oleh

BI dan Pemkab Koltim Resmikan Sarana Pendukung Kawasan Technopark Kakao

PENASULTRA.COM, KENDARI – Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Timur) meresmikan sarana pendukung pengembangan kawasan technopark kakao di Desa Tinete Kecamatan Aere Kabupaten Koltim Sulawesi Tenggara, Rabu 23 Januari 2019.

Menurut Minot Purwahono, kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (Mou) klaster pengembangan kawasan budidaya dan Industri kakao terintegrasi dengan peternakan di Kabupaten Koltim yang ditandatangani pada 17 April 2017 lalu.

“Fasilitas yang diresmikan meliputi kandang sapi komunal dan digester untuk pengolahan biogas yang dibangun melalui program sosial BI dan bantuan 20 ekor ternak sapi dengan rumah pengolahan pupuk dan penyimpanan pakan dari Pemkab Koltim,” kata Minot seusai meresmikan kawasan technopark kakao di Koltim, Jumat 25 Januari 2019.

Ditahun sebelumnya, kata Minot, di kawasan tersebut pula telah dibangun fasilitas mini lab untuk memproduksi dekomposer bahan organik, sebagai bahan utama untuk pembuatan pupuk, pakan ternak, ikan dan sebagainya.

Baca Juga:  Gejolak Lemahnya Rupiah Bisa Diatasi dengan Ekspor

“Dengan hadirnya sarana tersebut, keinginan untuk menghadirkan satu kawasan pertanian yang terintegrasi sudah terwujud khususnya pada komoditas kakao,” ujarnya.

Petani kakao yang sebelumnya menghadapi kendala dalam penyediaan pupuk tak perlu khawatir lagi, karena dapat memenuhi kebutuhan pupuk untuk budidaya kakao dengan memanfaatkan kotoran ternak sebagai bahan baku.

Di sisi lain, kulit kakao yang selama ini dibuang dapat diolah menjadi pakan sapi. Apalagi, kata Minot, keberadaan fasilitas digester untuk pengolahan biogas.

“Sebelum digunakan menjadi bahan pupuk organik, kotoran sapi terlebih dahulu diolah menjadi biogas sebagai sumber energi alternative terbarukan untuk kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.

Pengembangan kawasan technopark kakao di Desa Tinete ditujukan untuk meningkatkan produksi kakao di Sultra, yang selama beberapat tahun terakhir mengalami penurunan akibat serangan hama, usia tanaman yang sudah tua dan biaya produksi yang tinggi.

Baca Juga:  Merasa Diteror Oleh Oknum LSM, Kades Iwoikondo akan Lapor Polisi

“Dengan telah lengkapnya fasilitas pendukung di kawasan ini, diharapkan petani di Sultra khususnya Koltim dapat melihat dan mempelajari pertanian terintegrasi dengan peternakan sekaligus menunjukan satu system pertanian zero waste process,” tutupnya.
 
Sementara itu, Bupati Koltim yang diwakili oleh Asisten II, Ir. H. Anzarullah mengatakan, apa yang dilakukan oleh BI sangat sejalan dengan visi misi Koltim yakni membangun kawasan agroindustri yang berdaya saing.

“Terimakasih karena telah menunjukkan komitmennya dalam mengangkat produksi komodistas unggulan di Sultra yakni kakao,” ujarnya.

Selain itu, BI Sultra juga mengadakan pelatihan  pertanian organik terintegrasi peternakan di Pondok pesantren Fastabiqul Khairat Kecamatan Poli Polia Kabuoaten Koltim.

Hal ini sesuai dengan program BI untuk mengembangkan ekonomi syariah, salah satunya dengan mengembangkan kemandirian ekonomi pesantren.(b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Kas

NEWS FEED