oleh

PMJ Didesak Segara Tuntaskan Dugaan Kasus Penipuan yang Seret Nama Politisi Gerindra

-Pena Hukum-366 views

PENASULTRA.COM, JAKARTA – Dugaan kasus penipuan yang menyeret nama Politisi Gerindra, Haerul Saleh kembali disoal oleh korban pengusaha asal Jakarta  Surya Ismail Bahari. Surya mendesak Polda Metro Jaya (PMJ) untuk menuntaskan pengusutan kasus tersebut.

Ia mengatakan laporannya telah masuk pada 2019 dan perkembangan terakhir sudah dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Semua bukti juga telah saya serahkan kepada pihak kepolisian. Saya sebagai masyarakat biasa hanya bisa berharap agar kasus ini segera dituntaskan oleh pihak kepolisian,” jelas Surya, selasa, 6 April 2021.

Surya kemudian menjelaskan duduk perkara laporannya itu. Kata Surya, sekitar bulan Juli 2018 silam, Haerul Saleh menemui dirinya. Dalam pertemuan tersebut, Haerul Saleh mengatakan bahwa dirinya memiliki lahan nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk digarap.

Namun, mantan anggota DPR Komisi IX itu menerangkan bahwa untuk menggarap lahan tersebut dibutuhkan dana.

Selain itu kata Surya, Haerul Saleh juga mengatakan bahwa memerlukan dana  untuk mengangkut biji nikel sebanyak 100 ribu WT yang dikelola PT Ringa Jhon Indocemet yang melakukan kerja sama operasi dengan PT Toshida Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, dana yang diminta jumlahnya mencapai Rp16,4 miliar. Dana pinjaman berikut kompensasinya sesuai perjanjian Surya Ismail Bahari akan dikembalikan pada dua bulan, sekitar awal Agustus 2018.

“Tapi hingga saat ini saya belum terima duitnya sepeser pun,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Surya menduga ada intervensi yang diduga dilakukan di kasus tersebut. Namun, dia tidak menjelaskan secara gamblang bentuk dari intervensi yang dimaksud.

Terkait kasus tersebut awak media kami sudah mengkonfirmasi jurnalis kepada Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus. Namun, hingga berita ini dinaikkan, pihak Polda Metro Jaya belum juga memberikan tanggapan.

Ditempat terpisah, Rafil Ketua Pemerhati Korupsi Indonesia mendesak Kapolda Metro Jaya Fadhil Imran agar tidak mempertaruhkan reputasi beliau yang kita kenal tidak ada kata kompromi dengan tersangka meskipun jabatannya adalah anggota DPR RI seperti Haerul Saleh yang diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan uang. Dugaan ini harus diungkap ke publik apakah sudah SP3, dan sudah sejauh mana perkembangan penyidikannya.

“Jangan karena dia pejabat lantas perlakuannya berbeda dengan pelaku kriminal lainnya yang langsung ditahan, kita tidak mau ada standar ganda dalam proses hukum” tutupnya.

Penulis: M Irfan

Editor: Husen

Komentar

NEWS FEED