Pena Style

Kabaena Utara Butuh Air Bersih, Tapi Sumur Bor Rp989 Juta Gagal!

22
×

Kabaena Utara Butuh Air Bersih, Tapi Sumur Bor Rp989 Juta Gagal!

Sebarkan artikel ini
Papan Proyek sumur bor di Desa Wumbulasa, Kabaena Utara, Kabupaten Bombana yang dikerjakan oleh CV Amanah Mitra Pratama. Foto: Istimewa

PENASULTRA.COM, BOMBANA – Pembangunan sumur bor di Desa Wumbulasa, Kabaena Utara, Bombana, Sulawesi Tenggara, menuai kekecewaan warga. Sumur bor yang menelan anggaran Rp989.500.000 tidak menghasilkan air bersih yang bisa digunakan untuk keperluan air bersih.

Warga setempat mengatakan air sumur bor berasa asin dan berkapur, tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami lebih memilih air perpipaan dari gunung karena bersih dan bagus untuk kesehatan,” kata salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Warga tersebut melanjutkan bahwa dengan adanya proyek pembangunan sumur bor ini, mereka sangat senang karena diharapkan bisa menjadi solusi kebutuhan air bersih sehari-hari, terutama saat musim kemarau. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

“Ini kan anggarannya sangat besar, masa kondisinya seperti itu saja, penampungan air kecil, dan kwh listrik tidak merata,” keluhnya.

Warga juga menceritakan bahwa saat bertemu dengan Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, warga tersebut ditanya tentang air bersih perpipaan dari gunung.

“Pak Ahmad Yani bilang yang dikatakan air bersih itu air perpipaan dari gunung, kalau sumur bor itu bukan air bersih,” terang warga

Media ini telah mengkorfirmasi pemerintah desa terkait adanya pembangunan sumur bor di Desa Wumbulasa Kabaena utara yang di nilai asal-asalan sehingga menuai kekecewaan di tengah masyarakat.

Kades Wumbulasa Kabaena Utara, Zufardin, menjelaskan bahwa ada 7 sumur bor yang di buat yaitu 2 titik yang besar dan 5 titik yang kecil sekaligus dengan penampungan airnya dengan menelan biaya hampir Rp1 miliar.

“Pembangunan sumur bor ini bukan berasal dari APBDes melainkan Dana dari Kabupaten (APBD), tidak ada sangkut pautnya dengan kami pemerintah desa, pokoknya itu uang tidak masuk direkening desa kami disini hanya taunya ada bantuan dari Kabupaten,” beber Zufardin kepada awak media saat di konfirmasi melalui via telpon.

Pembangunan sumur bor ini dilaksanakan mulai tanggal 15 September 2025 hingga berakhir 13 Desember 2025 oleh CV. Amanah Mitra Pratama. Warga berharap agar proyek ini dapat diperbaiki dan menghasilkan air bersih yang bisa diminum.(fan)