oleh

Oknum Polantas di Muna Kejar Siswa SMKN 2 Raha Hingga Masuk ke Dalam Sekolah

-Pena Daerah-13.845 views

PENASULTRA.COM, KENDARI – Sedikitnya 5 orang oknum Polisi Lalu Lintas (Polantas) dari satuan Polres Muna masuk ke lingkungan SMK Negeri 2 Raha, Kabupaten Muna pada Selasa, 11 Januari 2022.

Sejumlah polisi itu mengaku mengejar salah seorang pelanggar lalu lintas yang diduga merupakan salah satu siswa SMKN 2 Raha.

Salah satu anggota Polantas, Burhan menjelaskan bahwa siswa yang mereka kejar itu berkendara dengan sangat cepat dan tidak menggunakan helm serta motor yang digunakan juga tidak lengkap.

“Dia putar balik, dia balap tadi. Kalau dia tabrak orang bagaimana? Di depan sini (depan SMKN 2 Raha). Tidak pake helm tadi. Wajar kalau kita kejar”, katanya.

Pantauan awak media ini, siswa yang diduga melanggar lalu lintas itu sudah tidak berada di dalam lingkungan sekolah. Sedangkan motor Honda jenis Blade yang dikendarainya diparkir di samping tembok gedung sekolah dalam keadaan kunci stir.

Melihat kondisi tersebut, dua anggota Polantas sempat mengangkat motor tersebut dan berkata akan membawa ke kantor Polres Muna, namun pihak sekolah mencegahnya dan berjanji melakukan pembinaan terhadap siswa yang melanggar lalu lintas itu.

Sementara itu, Kanit Lantas yang dikonfirmasi di halaman SMKN 2 Raha menolak untuk diwawancarai. Dia hanya menyarankan awak media agar pergi melakukan konfirmasi di Kantor (Polres) Muna.

“Nanti kita ke kantor saja pak”, katanya sambil berlalu pergi.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan, La Ode Sadia menjelaskan bahwa ada 4 orang Polantas yang masuk ke sekolah.

“2 orang berhenti di pintu gerbang, 1 datang minta izin sama saya dan 1 lagi mengejar siswa yang masuk ke dalam lingkungan sekolah. Karena siswa tersebut mereka tidak temukan, mereka datang kembali kepada saya untuk minta didampingi mencari motor tersebut, sehingga kami bersama-sama turun ke lingkungan sekolah mencari motor tersebut”, jelas La Ode Sadia.

“Kalau bicara mengenai tindakan mau menangkap motor dalam lingkungan sekolah saya kira siapa pun pasti menyatakan itu, salah. Dan saya kira intinya dengan adanya komunikasi yang dilakukan oleh Pak Enda akhirnya penangkapan itu tidak terjadi dan siswa tersebut sudah ditangani di sekolah”, tukasnya.

Penulis: Husain

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkait