Pena Kendari

Soroti Kekerasan di Lingkungan Kampus, Alumni Minta Rektor UHO Ambil Tindakan Tegas

5
×

Soroti Kekerasan di Lingkungan Kampus, Alumni Minta Rektor UHO Ambil Tindakan Tegas

Sebarkan artikel ini
Wawan Soneangkano

KENDARI – Salah satu alumni yang juga aktivis Sulawesi Tenggara (Sultra), Wawan Soneangka, menyayangkan tindakan kekerasan atau kriminal yang terjadi di lingkungan kampus Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari baru-baru ini.

Sebagai alumni dan mantan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UHO, Ia meminta pihak kampus untuk segera mengatensi hal tersebut dan memastikan lingkungan kampus tetap aman dan kondusif bagi mahasiswa.

Wawan menekankan bahwa kekerasan di kampus tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dapat memicu dampak yang lebih luas.

“Hal ini sangat berbahaya jika dibiarkan berlarut-larut, jangan sampai merembes ke hal-hal lain seperti suku atau bawa-bawa kampung dan kelompok,” katanya.

Ia juga meminta pimpinan perguruan tinggi memberikan tindakan tegas terhadap oknum mahasiswa yang terlibat tindakan penganiayaan dan penikaman di dalam kampus.

“Hal seperti ini tidak bisa ditolerir, kampus harus tegas dan tidak boleh memberikan ruang bagi tindakan-tindakan premanisme di lingkungan kampus,” tegas Wawan.

Wawan menjelaskan bahwa kejadian ini dapat menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan bagi mahasiswa di lingkungan kampus dan menciptakan stigma bahwa kuliah di UHO tidak aman.

Oleh karena itu, mantan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UHO ini meminta langkah-langkah preventif untuk memastikan keamanan mahasiswa, seperti meningkatkan pengawasan dan penegakan disiplin di kampus.

“Mahasiswa harus bisa belajar dengan aman dan nyaman di kampus. Kami berharap pihak kampus segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi masalah ini,” tutup Wawan.

Sebelumnya, dilansir dari Penafaktual.com seorang mahasiswa bernama Hafisun alias Pedro menjadi korban pengeroyokan yang disertai penikaman di area Kampus Universitas Haluoleo (UHO), Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin siang, 6 April 2026, sekitar pukul 13.15 Wita, di pelataran Fakultas Peternakan UHO dan terekam kamera CCTV.

Dalam rekaman video yang beredar, korban yang mengenakan kaos putih terlihat sedang duduk di taman kampus bersama tiga pria. Namun, di tengah perbincangan, salah satu pelaku yang juga mengenakan kaos putih tiba-tiba melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah korban.

Korban sempat memberikan perlawanan. Namun, seorang pelaku lainnya yang mengenakan kaos hitam kemudian mengeluarkan senjata tajam jenis badik dan menusuk korban.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk di bagian pinggang dan telah melaporkan insiden yang dialaminya ke pihak kepolisian.(red)