oleh

Bawaslu dan Pemkot Kendari Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik

-Pena Kendari-170 views

PENASULTRA.COM, KENDARI – Wali Kota Kendari membuka sosialisasi pendidikan politik dan demokrasi yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bekerjasama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kendari bertempat di salah satu hotel di Kendari, Senin 25 Oktober 2021.

Kegiatan ini dilakukan untuk membina kesadaran masyarakat terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia dengan mengedepankan nilai-nilai empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bineka Tunggal Ika).

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kewajiban konstitusi baik sebagai warga negara maupun sebagai pemerintah daerah dan fungsi ini melekat dengan Kesbangpol Kota Kendari.

Menurutnya, kegiatan ini bisa memberi dampak kepada masyarakat tentang makna dari pemilu dan akan ada sebuah tantangan besar yang akan dihadapi dan harus kita jawab kedepan tentang sistem demokrasi kita, yaitu bonus demografi yang puncaknya nanti akan terjadi ditahun 2024.

“Hal ini sulit kita hindarkan dan pasti akan terjadi tinggal bagaimana menyikapinya, bonus demografi ini bisa bermakna positif kalau kita bisa persiapkannya dengan baik sebaliknya kalau kita tidak mengantisipasi dan melakukan langkah-langkah sejak awal maka boleh jadi akan menjadi persoalan besar untuk kita,karena bonus demografi kedepan akan didominasi oleh usia-usai produktif usia 15 sampai dengan 40 tahun itu akan mengisi portofolio penduduk kita dikisaran 60 persen,” ujarnya.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Kendari, Suhardin, mengatakan bahwa, gesekan-gesekan sosial sering kali terjadi di masyarakat terlebih jika diperhadapkan dengan tahun-tahun politik atau tahun demokrasi.

“Tahun 2024 mendatang akan dilaksanakan pemilu serentak dan tentunya hal ini memungkinkan terjadinya gesekan sosial di masyarakat yang dapat mencederai persatuan dan kesatuan bangsa”, katanya.

Olehnya itu, dalam menghadapi momen politik ini, semua pihak diharapkan tidak menyebarkan konten-konten hoax atau bermuatan sarah dan memiliki rasa kebangsaan yang kuat sebagaiman dalam empat pilar kebangsaan.

“Yang merupakan kumpulan nilai-nilai luhur yang mesti dipahami oleh masyarakat Kota Kendari yang penuh dengan keragaman terlebih tahun 2022 mendatang kita akan memasuki tahapan pelaksanaan pemilu serentak tahun 2024, sehingga menanamkan dan menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bersama sebagai sebuah bangsa dan negara secara dini sudah mesti dilakukan melalui sosialisasi-sosialisasi dan edukasi politik,” tutupnya.

Editor: Sudiami

Komentar

NEWS FEED