oleh

Diduga Dukung Putra Bupati, Kadis Pajak Wakatobi Dilapor ke Bawaslu

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, WAKATOBI – Kertas berupa data dukungan salah seorang Calon Legislatif (Caleg) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan pada status WhatsApp (WA) Kepala Dinas Pajak Kabupaten Wakatobi, Samsul Bahri.

Dalam status tersebut, ada sebuah kertas yang bertuliskan daftar plasma/dukungan calon anggota DPRD Sultra, Dapil IV Baubau, Buton, Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng) dan Wakatobi.

Disamping kiri atas terdapat lambang Partai Golongan Karya (Golkar) dan foto caleg Achmad Aksar yang juga anak Bupati Wakatobi, Arhawi.

Status tersebut, discreen shoot kemudian tersebar dibeberapa pengguna WA.

Jumat 8 Maret 2019, salah satu aktivis HMI Cabang Baubau, Rahman melaporkan hal tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Wakatobi. Ia berharap agar dugaan pelanggaran yang dilakukan Kadis Pajak Wakatobi sebagai aparatur sipil negara (ASN) bisa ditindak sesuai aturan.

Baca Juga:  Ali Mazi Sarankan Pengelolaan Sampah dengan Sistem 3R

“Ini salah satu bentuk kampanye politik yang dilakukan ASN. Beliau bekerja politik untuk mendukung caleg. Dalam aturannya ASN dilarang berpolitik. Oleh karena itu kami harap Bawaslu tegas menyikapi hal ini,” terang Jadu sapaan Rahman.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Wakatobi, La Ode Muhammad Arifin menegaskan, setelah laporan diterima, pihaknya akan melakukan kajian terhadap dugaan tersebut.

Jika dalam hasil kajiannya ada unsur pelanggaran, maka Bawaslu akan merekomendasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk memberikan sanksi.

Baca Juga:  Kampanye di Desa Sousu, Demokrat Janjikan Kesejahteraan

“Sanksi tersebut berupa penundaan kenaikan pangkat dipecat jika peristiwa tersebut masuk dalam kategori pelanggaran berat,” terang La Ode Muhammad Arifin, Jumat 8 Maret 2019.

Disisi lain, Kepala Dinas Pajak Wakatobi, Samsul Bahri saat dimintai klarifikasi menyangkal tidak pernah membuat status di WA pribadinya.

“Saya tahu aturan tidak mungkin saya membuat status seperti itu. Saya juga tidak tahu kalau ada status di WA pribadiku seperti itu,” tegasnya.

Ketika ditanya siapa yang memegang HP-nya sebelum statusnya beredar, ia mengaku tidak ada.

“Mungkin ada yang sengaja atau hacker HP saya,” kilahnya.(a)

Penulis: Deni La Ode Bono
Editor: Yeni Marinda

NEWS FEED