oleh

DPD RI Pantau Langsung Pencoblosan Serentak di Sultra

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Pilkada serentak yang digelar di Sulawesi Tenggara (Sultra) hari ini.

Dua dari empat titik pelaksanaan Pilkada, yakni Pilgub Sultra dan Pilbup Konawe menjadi sentral pemantauan.

“Selain di Kota Kendari kita juga melakukan pengecekan langsung di TPS di Konawe. Sebab, di Konawe juga mengadakan pemilihan kepala daerah. Harapan kita bagaimana memastikan semua pelaksanaan Pilkada berjalan lancar sejalan dengan amanat UU,” ujar Yusran A. Silondae, anggota Komite I DPD RI, Rabu 27 Juni 2018.

Pemantauan yang dilakukan senator Sultra ini merupakan rangkaian kelanjutan pengawasan Pilkada serentak di Provinsi Sulawesi Tenggara dari 24 hingga 28 Juni 2018.

Baca Juga:  Pleno KPU Baubau: AMAN Menang Telak

Sebelumnya, Yusran juga telah melakukan pertemuan dan rapat kerja bersama KPU Sultra pada 25 Juni untuk memastikan distribusi logistik dan kesiapan teknis Pilkada serentak di Sultra berjalan lancar.

Mantan Plt. Gubernur Sultra itu menilai pelaksanaan Pilkada serentak kali ini di Sultra jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, peran serta dan kesadaran politik masyarakat daerah saat ini telah menunjukkan partisipasi yang baik.

“Meskipun terjadi beberapa kendala teknis di beberapa tempat seperti Konsel yang dilanda banjir, namun hal itu tak menghalangi pemilih untuk datang ke TPS tepat waktu,” terangnya.

Baca Juga:  Sejukkan Suasana Pilgub, Polres Muna Gelar Dzikir dan Tabligh Akbar

Terkait hal ini, kata dia, ke depan, penyelenggara Pilkada dapat lebih tanggap dalam mempersiapkan dan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi.

“Saya kira berbagai kendala semua bisa diantisipasi jauh sebelumnya jika kita memperhitungkan berbagai aspek seperti sumberdaya manusia maupun kondisi alam dan geografis,” ucap ketua Persatuan Wredatama Sulawesi Tenggara itu.

Yusran berharap, pasca Pilkada ini tidak ada riak-riak konflik yang dapat memecah belah di antara elemen daerah. Baginya, siapapun pemenangnya merupakan pemimpin yang memiliki legitimasi yang dipilih secara demokratis.

“Semua pihak kita harapkan dapat menahan diri sampai menunggu bagaimana keputusan KPU yang bersifat final,” pungkasnya.(a)

Penulis: Ridho Achmed

Komentar

NEWS FEED