oleh

Kusnadi: Data yang Akurat dapat Mendukung Renbangda

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kusnadi mengungkapkan, untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah (Renbangda) yang berkualitas diperlukan adanya pengelolaan data yang akurat mutakhir dan integrasi.

“Data harus lengkap, akuntabel, dinamis, mudah diakses dan berkelanjutan untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten kota perlu didukung dengan data yang dikelola secara seksama,” kata Kusnadi saat menyampaikan sambutannya pada workshop pengolahan data statistik, Rabu 11 Juli 2018.

Untuk itu, diadakan “satu data” yang merupakan sebuah inisiatif pemerintah Indonesia untuk mendorong pengambilan kebijakan.

Baca Juga:  Pj Gubernur Sultra Kunjungi Korban Banjir Konsel

“Untuk mewujudkannya, maka diperlukan pemenuhan atas data pemerintah yang akurat dan terbuka,” ungkapnya.

Menurutnya, tujuan satu data dalam pembangunan Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni untuk memiliki satu basis data pembangunan yang akurat terpusat dan terintegrasi.

Kemudian, menghasilkan analisis kebijakan pembangunan yang tepat, faktual, bermutu dan akuntabel bagi provinsi, kabupaten kota serta pemangku kepentingan lainnya.

“Terakhir untuk menghasilkan perencanaan pembangunan secara terukur dan komprehensif serta mewujudkan pengendalian monitoring evaluasi dan pelaporan pembangunan yang terpercaya,” lanjutnya.

Baca Juga:  KPK Siap Bantu Selesaikan Masalah Aset Bermasalah di Sultra

Data, kata dia, memiliki potensi yang signifikan dalam memberikan manfaat bagi pemerintah atau masyarakat. Manfaat dari data dalam meningkatkan kualitas kebijakan pemerintah.

“Data merupakan komponen penting dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, ia mengharapkan perhatian organisasi perangkat daerah (ODP) agar secara berkala selalu menyampaikan data yang dimiliki kepada Dinas Kominfo.

“Dengan keberadaan Dinas Kominfo sebagai pusat data maka tidak ada lagi data yang tumpang tindih antara OPD satu dengan OPD lainnya,” tutupnya.(b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Ridho Achmed

Komentar

NEWS FEED