oleh

Maju di Pilkada Butur, M. Aswadi Adam: Saya Siap Lahir Batin

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Satu kandidat yang nyatakan sikap siap maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang di Kabupaten Buton Utara (Butur). Bakal calon bupati yang juga putra daerah Butur tersebut yakni M. Aswadi Adam.

“Saya siap maju lahir batin untuk tampil dalam kontes calon bupati di Butur,” kata M. Aswadi, Rabu 30 Oktober 2019.

Kepala Bank Rakyat Indonesia (BRI) Taliabu, Maluku Utara (Malut) ini ternyata telah melakukan pendaftaran berkas dibeberapa partai politik yang telah membuka penjaringan calon kepala daerah (Cakada).

Parpol tersebut yakni Partai Golongan Karya (Golkar), Demokrat, Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) serta Partai Keadilan Sejahtra (PKS).

Baca Juga:  Maju Periode Kedua, Abu Hasan Tetap Usung Pertanian Organik

“PAN mungkin besok. Saya sudah mendaftar dengan memasukkan berkas secara administrasi. Alhamdulillah kelengkapannnya sudah saya siapkan. Saya juga sudah buka ruang baik ditingkat kabupaten, provinsi hingga pusat,” beber Aswadi.

Menurutnya, sebagai putra daerah ia wajib membangun daerah sendiri dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi ia merasa telah sukses di “kampung” orang.

“Ketika melihat perkembangan di Butur dan dikampung orang sangat berbeda. Logika saya, dikampung orang saya bisa berhasil masa dikampung sendri tidak berhasil. Ini motivasi awal saya,” ungkapnya.

Baca Juga:  PKB Konut Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati

Pertama, katanya, yang menjadi program prioritasnya yakni memperbaiki infrsatruktur jalan di Butur.

“Diperbankan saya diajarkan selalu bicara secara data. Yang sesuai data dan terlihat secara langsung di Butur yang butuh diperbaiki itu jalannya. Orang-orang kalau ke Butur katanya jalannya bergelombang,” tambahnya.

Ditanyakan mengenai kesiapannya melawan petahana, ia mengaku tak melawan petahana melainkan masyarakatlah yang melawan petahana.

“Saya tidak lawan petahana karena itu paman saya sendri. Tapi masyarakat yang lawan jika memilih saya,” tutup Alumni Fakultas Teknik Universitas Samratulangi itu. (b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Bas

NEWS FEED