oleh

Menakar Lawan LM Rusman Emba di Pilkada Muna 2020

Pesona Kota Kendari

Oleh: La Basisa

Meski pemilihan kepala daerah serentak di Kabupaten Muna kurang lebih satu tahun lagi tepatnya pada 2020, namun nuansa politik di Muna mulai panas didiskusikan oleh sejumlah kalangan. Diskusi itu tidak hanya ditataran elit politik, akan tetapi mulai berkembang di masyarakat dan sejumlah kelompok pemuda. Bahkan situasi tersebut mulai ramai di dunia maya (media sosial).

Dari tujuh kabupaten –(Kabupaten Muna, Buton Utara, Konawe Kepulauan, Kolaka Timur, Wakatobi, Konawe Selatan dan Konawe Utara)– yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak di Sulawesi Tenggara, Muna selalu menjadi hangat didiskusikan oleh publik. Hal itu juga tidak hanya berkembang di Muna sendiri, melainkan hampir menyebar di jazirah Sultra.

Betapa tidak, sejumlah tokoh besar digadang-gadang akan maju memperebutkan kursi nomor satu di bumi Sowite tersebut. Selain LM. Rusman Emba sang petahana, ada wajah lama yang kembali siap bertarung yaitu mantan Bupati Muna LM. Baharuddin. Kemudian pendatang baru LM. Rajiun Tumada dan Syarifuddin Udu.

Nama LM. Rusman Emba bukan orang baru didunia politik. Sebelum jadi Bupati Muna saat ini, Rusman pernah menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Sultra dari Fraksi Golkar. Ia juga adalah mantan anggota DPD RI Dapil Sultra.

Rusman pernah pula tercatat maju sebagai calon Bupati Muna di Pilkada Muna 2010, namun kalah dari pesaing terberatnya LM. Baharuddin. Kemudian maju kembali di Pilkada Muna 2015 dan berhasil mengalahkan incumbent kala itu.

Baca Juga:  Antara Rusman Emba, Rajiun Tumada dan Poros Penyejuk

Kemudian nama LM. Baharuddin. Nama Baharuddin atau biasa disebut dengan Dokter Baharuddin bagi masyarakat Muna sudah tidak asing. Pasalnya, Baharuddin pernah menjadi Bupati Muna periode 2010-2015.

Dalam dunia politik, Baharuddin diketahui pernah menjabat sebagai Ketua DPD PAN Muna. Pada Pemilu 17 April 2019, Baharuddin mencoba keberuntungan maju di DPD RI Dapil Sultra. Namun dewi fortuna belum memberikan keberuntungan Baharuddin lolos ke Senayan.

Pendatang baru yang juga disebut-sebut bakal menghiasi pertarungan Pilkada Muna 2020 adalah LM. Rajiun Tumada dan Syarifuddin Udu. Rajiun sendiri saat ini masih menjabat Bupati Muna Barat (Mubar).

Sebelum menjabat Bupati Mubar, Rajiun pernah menjabat Kasatpol PP Sultra dan Pj. Bupati Mubar di era kepemimpinan Gubernur Sultra H. Nur Alam bersama H. Saleh Lasata. Sedangkan di dunia politik, Rajiun pernah menjadi Ketua DPD PAN Mubar.

Sementara nama Syarifuddin Udu cukup dikenal dilevel nasional. Figur Syarifuddin mulai ramai didiskusikan akan bertarung di Pilkada Muna. Syafruddin saat ini menjabat sebagai Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Syarifuddin bukan tokoh “kaleng-kaleng”. Ia pernah menjabat Pj. Gubernur Jawa Tengah (Jateng) pada Pilkada serentak 2018 menggantikan Ganjar Pranowo karena maju kembali di Pilgub Jateng.

Meskipun ke empat tokoh belum secara resmi terdaftar sebagai calon Bupati Muna, namun wacana untuk bertarung di Pilkada Muna makin hangat didiskusikan.

Baca Juga:  Mantan Pj Gubernur Jateng Tantang Rusman dan Rajiun di Pilkada Muna 2020

Jika mengacu pada UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada, mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi oleh pasangan calon yang akan mendaftarkan diri, yaitu:

Pertama: Memperoleh kursi 20 persen atau 25 persen suara sah (bagi parpol yang memiliki kursi di DPRD). Untuk calon yang berasal dari parpol atau gabungan parpol, syarat minimal harus ada 20 persen kursi atau 25 persen suara pada pemilu legislatif sebelumnya.

Kedua: Diajukan oleh pengurus yang sah sesuai tingkatannya, paslon didaftarkan oleh parpol pada tingkatan yang relevan. Jika pemilihan gubernur dan wakil gubernur maka pendaftarannya dilakukan oleh pengurus partai di tingkat provinsi. Sedangkan untuk pemilihan bupati ataupun wali kota, maka pendaftarannya dilakukan oleh pengurus parpol tingkat kabupaten/kota.

Ketiga: Melampirkan persetujuan atau SK dari dewan pimpinan pusat (DPP) yang masih berlaku dari kepengurusan masing-masing pengurus parpol yang mendaftar.

Disamping itu syarat dukungan calon perseorangan yang maju pada Pilkada, yaitu 6,5 persen hingga 10 persen dari jumlah pemilih (DPT Pilkada terakhir).

Kita berharap, selain nama-nama besar tersebut, semoga saja masih ada nama-nama lain yang siap bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di daerah penghasil Jati itu.(***)

Penulis merupakan pemuda asal Muna/Jurnalis Penasultra.com

NEWS FEED