oleh

Nelayan Wakatobi Keluhkan Penangkap Ikan Gunakan Kapal Pelingkar

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, WAKATOBI – Sejumlah nelayan di Wakatobi mengeluhkan adanya penangkapan ikan yang dilakukan kapal pelingkar di perairan Kabupaten Wakatobi.

Aktivitas kapal pelingkar ini cukup meresahkan nelayan. Diduga, penangkapan ikan yang dilakukan kapal pelingkar menggunakan pukat harimau.

Salah seorang nelayan Desa Sombu, Wangiwangi, Juma mengatakan, akibat dari penangkapan ikan yang dilakukan sejumlah kapal pelingkar, hasil tangkapan nelayan lokal menurun drastis.

“Sebelum ada kapal pelingkar, hasil tangkapan kami setiap hari kalau dijual bisa Rp200 sampai Rp300 ribu. Sekarang, hasil tangkapan kami dijual Rp50 ribu pun sulit kami dapat,” keluh Juma usai aksi unjuk rasa bersama sejumlah nelayan lainnya di kantor bupati dan Balai Taman Nasional Wakatobi (TNW) Jumat 8 Maret 2019.

Baca Juga:  Penyebab Pemblokiran Server Disdukcapil Wakatobi Ternyata Karena Hal Ini

Juma menyebut, adanya kapal pelingkar yang beroperasi di laut Wakatobi tersebut diketahui sejak dua bulan terakhir. Jika dihitung-hitung pendapatan akhir nelayan tidak cukup untuk makan dan membeli alat pancing.

“Kami kesulitan untuk memancing ikan tongkol dan tuna, karena ikan kecil sebagai umpan susah kita dapat sebab diseret sama jaring kapal pelingkar,” akunya.

Selain Juma, La Ane nelayan asal Waha pun mengungkapkan hal senada. Kata dia, penangkapan ikan menggunakan kapal pelingkar itu dilakukan nyaris setiap hari dalam sebulan.

Baca Juga:  BTN Wakatobi Dinilai Tak Tegas Sikapi Dugaan Pelanggaran Lingkungan

“Mereka menangkap ikan di bagang ato rompong (rumah ikan) milik nelayan Wakatobi,” tutur La Ane.

Baik Juma maupun La Ane berharap, Pemkab bersama instansi terkait lainnya seperti, petugas Balai TNW dan Polair dapat menegur dan mengusir kapal pelingkar yang beroperasi di laut Wakatobi.

Jika hal tersebut pun tak diindahkan, para nelayan mengancam bakal melakukan tindakan main hakim sendiri dengan cara membakar kapal pelingkar yang beroperasi di perairan Wakatobi.(b)

Penulis: Deni La Ode Bono
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED