oleh

Rakor Bersama KPK, Ali Mazi “Curhat” Soal Tambang

PENASULTRA.COM, KENDARI – Dihadapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Laode M. Syarif, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi meminta KPK menegur atau mengingatkan setiap kesalahan yang dilalukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra.

“Begitu salah kami diingatkan, terutama masalah pengelolaan tambang di Sultra. Kami sudah cabut sembilan izin usaha pertambangan (IUP). Dan insyaallah akan ada lagi yang akan dicabut jika itu melanggar,” kata Ali Mazi saat menyampaikan sambutan dalam rakor dan supervisi program pemberantasan korupsi terintegritasi seluruh kabupaten kota se Provinsi Sultra di Ruang Rapat Kantor Gubernur Sultra, Senin 24 Juni 2019.

Ali Mazi mengakui, masih banyak masalah perseloalan pertambangan di Sultra mulai dari jaminan reklamasi (jambrek), sertifikat, hingga aset.

Baca Juga:  Ali Mazi dan Lukman; Tidak Ada Keuntungan dari Sebuah Konflik, Rujuklah!

“Masih banyak masalah, dari catatan saya di Sultra ada 393 IUP, tetapi yang agak bagus-bagus cuma 52 tetapi tidak sempurna. Ada lima yang hampir sempurna, namun yang Clean and Clear (CnC) hanya dua saja,” ujarnya.

Terkait banjir dibeberapa kabupaten di Sultra yakni Konawe dan Konawe Utara (Konut), Ali Mazi meminta KPK membantu meluruskan apa yang menjadi penyebab banjir tersebut. Sebab, kata dia, beberapa kali ini bolak balik di dua kabupaten tersebut ada keanehan. Di Konawe misalnya hampir semua gunungnya dipenuhi pohon kelapa sawit.

“Menurut ceritanya, dulu disitu banyak pohon kayu bagus-bagus, setelah rata sudah diganti dengan kelapa sawit,” beber Ali Mazi.

Sementara di Konut, Ali Mazi mengaku cukup tercengang dengan ada banyak mobil yang menambang diatas gunung hingga membuat air laut disekitarnya menjadi merah.

Baca Juga:  Ali Mazi Minta BNNP Sultra Berantas Narkotika Secara Komprehensif

Mantan ketua DPW NasDem Sultra itu juga mengaku telah meminta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyurati pemilik tambang tersebut.

“Jadi lucunya pak Syarif yang banjir itu di sebelahnya tambang sementara tambang tidak karena kelaut. Makanya saya juga bingung apa penyebabnya,” ulas Ali Mazi.

Ia khawatir, laut yang terdampak hingga menjadi merah tadinya menyebrang hingga ke Pulau Labengki salah satu destinasi wisata unggulan di Konut.

“Karena Labengki kita punya pariwisata. Kalau masuk kesana hancur kita. Saya selalu mengingatkan pemilik tambangnya jangan sampai abrasi,” tegas Ali Mazi.(b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Bas

NEWS FEED