oleh

Rasyid Siap Dampingi Surunuddin di Pilkada Konsel

PENASULTRA.COM, KENDARI – Salah satu kandidat bakal calon Wakil Bupati Konawe Selatan (Konsel), Rasyid, S.Sos, M.Si, semakin memantapkan diri guna mendampingi petahana, Surunuddin Dangga pada pemilihan bupati dan wakil bupati Konsel.

Anggota Komisi II DPRD Sultra itu mengaku, saat ini tengah bergerilya ke masyarakat. Hal itu dikarenakan, salah satu syarat pendamping Surunuddin yakni memiliki elektabilitas yang tinggi.

Terlebih lagi, ia memiliki modal suara pendukung dengan terpilihnya sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) selama dua periode.

“Saya ini dua periode di DPRD provinsi. Ini kan bisa menjadi indikator awal. Tapi tetap kita tunggu hasil survei, karena pemilihan legislatif kemungkinan akan berbeda suasananya dengan pemilihan kepala daerah”, ungkap Rasyid saat ditemui di Kantor DPRD Sultra, Senin, 4 Mei 2020.

Baca Juga:  Bupati Konsel Launching Bus Sekolah Gratis Rute Andoolo-Punggaluku

Tak hanya itu, Rasyid juga mengaku hanya dikalahkan oleh dua orang saja pada pemilihan legislatif, yakni almarhumah Suryani Imran dan Nurlin Surunuddin yang sama-sama menjadi istri Bupati Konsel pada masanya. Walaupun demikian, Rasyid juga tak mau terburu-buru soal penetapan dirinya untuk mendampingi Surunuddin Dangga, namun masih mempertimbangkan secara matang.

“Karna konsekuensinya saya juga harus mundur dari anggota DPRD Sultra. Dan kalau perolehan suara di pileg kemarin, saya selalu nomor urut dua. Makanya kita tinggal tunggu hasil survei saja,”tambahnya.

Baca Juga:  105 Anggota Satpol PP dan Damkar Konsel Ikuti Pelatihan Kesamaptaan

Selain itu, Rasyid mengaku tidak tertarik berbicara terkait isu primordial yang lebih mengedepankan etnisitas. Menurutnya, isu putra daerah kurang menarik, terlebih karena Konsel sendiri dianggapnya sebagai miniatur Indonesia yang penduduknya multi etnis.

Menurutnya, politik identitas bisa berpotensi menjadi gesekan. Olehnya itu, ia menginginkan agar pembahasannya bisa lebih diredam dan lebih mengedepankan pembangunan Konsel ke depan.

“Kalau kita melihat data, di Konsel ini justru banyak non putra daerah. 50 sampai 55 persen itu non putra daerah. Jadi tidak seksi bicara soal etnis sekarang. Tapi itu kan tergantung kreatif masing-masing individu calon untuk meningkatkan elektabilitasnya” pungkasnya.

Penulis: La Ode Husaini

Komentar

NEWS FEED