oleh

Sebulan Pimpin Bappeda Sultra, Muhammad Nasir “Buang Handuk”

PENASULTRA.COM, KENDARI – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Tenggara Muhammad Nasir menyatakan diri mundur dari jabatan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, 7 Agustus 2018.

Meski sebelumnya Kadis Pertanian Muhammad Nasir sanggup berikrar dalam sumpah jabatan untuk mengemban tugas baru sebagai Plt Kepala Bappeda Sultra, 3 Juli 2018. Namun baru sebulan empat hari berjalan ia sudah “buang handuk”.

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Rony Yakob Laute yang resmi mengantikan Muhammad Nasir sebagai Plt Kepala Bappeda Sultra, mengaku tidak mengetahui persis alasan mundurnya Muhammad Nasir. Namun dalih over job diduga menjadi alasan Muhammad Nasir mengundurkan diri. Pasalnya memimpin dua OPD Provinsi tentu bukan pekerjaan remeh. Apalagi soal tanggungjawab terhadap pelayanan publik.

Baca Juga:  Seleksi CPNS di Sultra Menunggu Kepres

“Mungkin karena pak Nasir itu memiliki tugas berat yang harus dia selesaikan. Yakni menjadi Kepala Dinas Pertanian, Itukan dinas kemakmuran yang mirip beratnya dengan mengurus Bappeda. Jadi dia kebingungan untuk itu, sehingga dia mengajukan pengunduran diri karena ia merasa sudah harus ada yang membantu dia,” ungkap Rony Yakob Laute saat dikonfirmasi via whatsapnya.

Terpisah, Pj Sekertaris Daerah (Sekda) Sultra, Hj Isma juga tidak mengetahui persis alasan mundurnya Muhammad Nasir sebagai Plt Kepala Bappeda Sultra.

Baca Juga:  Fredly Nasution: Jangan Tergiur Investasi yang menawarkan Keuntungan Besar

“Dia (Muhammad Nasir) hanya mengundurkan diri. Kalau soal alasannya saya tidak tau. Karena dia sendiri yang mengundurkan diri langsung ke pak Pj Gubernur. Mungkin karena dia memegang dua tugas yang berat ,” tukas Hj Isma seraya menambahkan bahwa pelantikan Rony Yakob Laute sebagai Plt Kepala Bappeda dilakukan oleh Pj Gubernur Sultra Teguh Setyabudi demi mengisi kekosongan pimpinan Bappeda Sultra.(a)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: La Ode Kasmilahi

Komentar

NEWS FEED