oleh

Selamatkan Pasar Laino dari Dampak Pencemaran Sampah

Pesona Kota Kendari

Oleh: La Ode Husaini

Permasalahan kesehatan lingkungan di Indonesia sangat beragam dan dari tahun ke tahun belum dapat terselesaikan dengan baik.

Fenomena yang terjadi antara lain permasalahan pencemaran, baik pencemaran air, pencemaran udara, maupun pencemaran tanah. Namun masalah yang paling mendominasi dalam hal ini adalah pencemaran lingkungan yang di akibatkan oleh sampah.

Sampah merupakan material sisa yang tidak dapat digunakan lagi setelah berakhirnya suatu proses pengolahan barang. Sampah biasanya merupakan sisa dari benda, yang tidak diinginkan oleh manusia, setelah penggunaannya selesai. Sampah biasanya didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya. Dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.

Berdasarkan jenisnya, sampah dibedakan menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang dapat diurai oleh mikroorganisme atau yang dapat membusuk, seperti sampah sisa makanan, daun-daun, sayuran dan lain-lain. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai, bahkan cenderung sukar terurai oleh mikroorganisme, contohnya sampah plastic, kaca, kaleng, dan lain-lain.

Permasalahan mengenai sampah merupakan hal yang sangat membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak dan warga sekitar. Karena untuk saat ini sampah masih menjadi persoalan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat. Membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan munculnya berbagai masalah, antara lain masalah kesehatan, sosial, dan lingkungan hidup.

Lingkungan yang kotor serta polusi sampah bisa membawa dampak buruk terhadap kesehatan manusia. Bahkan sejumlah ahli kesehatan, mengatakan bahwa polusi sampah dapat mengakibatkan berbagai macam penyakit yang bisa ditimbulkan di area polusi sampah tersebut seperti terinfeksi saluran pencernaan , tifus, disentri, dan sebagainya.

Faktor pembawa penyakit tersebut adalah lalat dan berkembangnya nyamuk-nyamuk yang menginfeksi manusia dikarenakan tumpukan sampah yang membusuk.

Akibat lain yang dapat ditimbulkan jika sampah tidak ditangani dengan baik akan berimbas pada menurunnya kualitas kehidupan dan keindahan lingkungan. Selain itu, potensi terjadinya bencana akan lebih besar karena tidak menutup kemungkinan sampah di area tersebut akan menghalangi arus air sehingga terjadi bencana alam seprti banjir, tanah longsor dan menurunnya kualitas kesehatan serta dapat menghambat aktivitas warga sekitar.

Di Kabupaten Muna sampai saat ini yang masih tetap menjadi PR besar bagi semua elemen masyarakat dan pemerintah setempat adalah kebiasaan membuang sampah di sembarang tempat. Hal ini terlihat jelas berbagai tumpukan sampah berserakan di sepanjang jalan by pass kota Raha, terutama di wilayah Pasar Laino.

Baca Juga:  Selama Ramadhan, Volume Sampah Kendari Meningkat 410 Ton Perhari

Pasar Laino yang terletak di pinggiran pantai kota Raha, yang tak lain sebagai tempat perputran ekonomoi masyarakat Kabupaten Muna kondisinya kian kumuh dan semrawut. Banyaknya sampah berserakan di area pasar yang menimbulkan aroma tidak sedap sehingga membuat para pengunjung pasar merasa tidak nyaman. Tak hanya itu, ruas jalan yang melintasi sepanjang pasar pun kian memprihatinkan, dimana kondisi jalan berlubang turut menghiasi wajah pasar itu, sehingga pada saat hujan turun sejumlah ruas jalan tersebut berubah menjadi kolam dadakan.

Jika hal ini terus dibiarkan dan berlangsung dalam jangka panjang, maka dapat menurunkan animo masyarakat untuk berkunjung ke pasar laino serta dapat mempengaruhi tingkat penjualan barang dan penghasilan para pedagang bisa dipastikan menurun drastis.

Seharusnya pemerintah dalam hal ini dinas terkait lebih giat lagi atas persoalan ini. Upaya yang dilakukan selalunya tidak maksimal. Beberapa hari lalu pemerintah bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan beberapa Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) sudah melakukan pembersihan terhadap sampah-sampah yang berserakan di pasar laino, namun berselang beberapa saat ternyata sudah ada lagi tumpukan sampah di atas trotoar.

Pemerintah harus tegas dan serius dalam memikirkan dan mengatasi hal ini. Beberapa alternatif yang dapat dilakukan yaitu berbagai program sosialisasi, program penyuluhan mengenai tata cara hidup sehat, himbauan sampai denda sekalipun bisa menjadi jalan keluar dalam mengatasi persoalan ini, serta harus ada regulasi untuk mengantisipasi hal ini. Pemeritah seharusnya segera merumuskan Peraturan Daerah (Perda) untuk menjadi acuan dalam menangani permasalahan sampah ini, agar kondisi Kota Raha khususnya Pasar Laino tidak nampak seperti bak sampah.

Jika hal ini dibiarkan begitu saja maka akan menjadi budaya atau kebiasaan bagi masyarakat setempat.

Petugas kebersihan yang menjadi subyek utama dan orang yang paling berjasa dalam menangani sampah harus diberi apresiasi untuk menghargai jerih payahnya. Menurut saya pasukan mereka harus ditambah serta ditingkatkan penghasilannya, agar motivasi mereka dalam bekerja dapat meningkat pula. Mengingat pentingnya pengelolaan sampah yang baik, peranan petugas sampah tidak bisa pandang sebelah mata, mereka harus diberikan semangat agar bisa mengemban amanah dengan baik.

Mengatasi masalah sampah dibutuhkan pula kesadaran dari semua elemen masyarakat terkhusus para penjual dan pengunjung Pasar Laino agar perilaku membuang sampah sembarangan dapat dihindari. Intropeksi diri ini sangat penting karena bagaimanapun kita harus memulai sesuatu dari kita sendiri. Biasanya karakter “masa bodoh” dan “sok praktis” sudah mendarah daging pada diri masyarakat khususnya mereka yang senang membuang sampah di sembarang tempat.

Baca Juga:  Tim Ahli Uji Konstruksi Beton UHO Didatangkan Cek Pasar Modern Laino

Pandangan saya sebagai mahasiwa melihat keadaan Kota Raha dan Pasar Laino yang kian kumuh dan semrawut akibat sampah berserakan serta kondisi jalan yang berlubang harus segera kita benahi.

Manusia sebagai faktor penyebab pencemaran lingkungan, harus mengubah prilaku terhadap lingkungan. Sebagai masyarakat yang baik dan beriman harus menjaga dan melestarikan lingkungan, bukan merusaknya. Hal ini dikarenakan pencemaran lingkungan menjadi permasalahan yang dapat menganggu aktivitas manusia setiap saat.

Bumi sebagai ruang kehidupan dan warisan buat anak cucu kita, wajib kita jaga dan lestarikan agar di masa selanjutnya mereka masih bisa menikmati alam yang kita rasakan saat ini. Jadi, jika kita bisa menyadari bahaya sampah yang mengintai kita, maka seyogyanya kita juga bisa menjaga dengan cara yang sederhana. Karena perbuatan kecil yang kita lakukan seperti membuang sampah tanpa berpikir panjang atau sesuai kehendak kita, akan menyebabkan kerusakan besar pada lingkungan dan kelangsungan hidup manusia.

Perilaku kita terhadap lingkungan merupakan awal perubahan untuk langkah yang kita buat ke depannya.

Sebuah kalimat sederhana yang terus didengungkan dan dilihat oleh kita semua sejak kita masih usia dini yaitu “Jangan Membuang Sampah Sembarangan”, atau bagi yang muslim “kebersihan adalah sebagian dari iman”. Kata-kata ringkas dengan arti yang jelas seprti itu yang kadang terlupakan oleh kita. Kalimat tersebut memiliki makna yang sangat bermanfaat bagi diri kita sendiri, masyarakat, dan terutama bumi yang kita tempati ini. Jadi, tanamkanlah jiwa cinta alam dengan prinsip untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, indah dan nyaman.

Hal ini tidak hanya untuk kita, namun juga untuk generasi muda di masa yang akan datang agar suatu saat nanti udara masih bersih, tanah masih subur, dan pemandangan yang didapat bukan hanya sampah saja. Semua tergantung pada setiap perilaku dan langkah apa yang kita lakukan saat ini.

Tulisan singkat ini hanyalah secercah harapan dari penulis, yang ingin melihat kota kelahiran bisa sejajar dengan daerah lain.***

Penulis adalah Ketua HMJ Psikologi UHO

NEWS FEED