oleh

Sosialisasi Empat Pilar di Soropia, Umar Arsal Sampaikan Dua Hal Ini

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KONAWE – Sosialisasi empat pilar di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, anggota DPR RI Dapil Sultra Umar Arsal mengigatkan dua hal yang mengancam NKRI yaitu komunisme dan separatisme.

“Gerakan komunis masih kuat hingga sekarang. Bahkan PKI minta TAP MPRS No. XXV Tahun 1966 yang melarang adanya PKI dicabut. Tentu kami menolak ini,” kata Umar belum lama ini.

Sementara itu untuk separatisme, sambung Umar, salah satu contohnya banyak ditemukan bendera Israel di Papua. Selain itu, ia juga pernah mendapati ada gerakan separatis yang meminta dukungan kepada parlemen Afrika Selatan.

Baca Juga:  Cegah Paham Radikal, Umar Arsal Sosialisasi Empat Pilar di Konawe

Satu hal yang dapat mencegah kedua ancaman tersebut, tambah Umar menjadi kenyataan adalah kekuatan ideologi Indonesia. Ia mengatakan, Indonesia selama ini dapat terus bersatu karena kekuatan ideologi.

“Ideologi Indonesia sangat kuat, sehingga tidak terjadi perpecahan meski ada gerakan reformasi dan founding fathersnya sudah meninggal. Berbeda nasibnya dengan Yugoslavia dan Uni Soviet,” sebut politisi Demokrat ini.

Indonesia tetap bisa bersatu meski terdiri dari 2.500 suku bangsa dan mempunyai budaya yang sangat beraneka ragam karena memiliki Pancasila sebagai dasar negara.

Baca Juga:  Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Koltim, Ini yang Disampaikan Umar Arsal

“Di era reformasi, masyarakat punya kedaulatan penuh. Masyarakat bisa melakukan perubahan,” ujar anggota Komisi IV DPR RI ini.

Umar menyakini, gerakan komunis yang akan memecah belah kesatuan bangsa dicurigai berasal dari komunis China. Dimana, komunis China sudah menguasai perdagangan dunia termasuk melalui pertambangan yang ada di bumi Anoa ini.

“Saya berharap peran serta dari seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan perubahan dan menjaga kesatuan NKRI,” pungkasnya.(b)

Penulis: La Basisa
Editor: Ridho Achmed

Komentar

NEWS FEED