oleh

The Haluoleo Institute: Prabowo-Sandi Unggul 60,11 Persen

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Salah satu lembaga survei di Sulawesi Tenggara (Sultra), The Haluoleo Institute (THI) merilis kemenangan pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan perolehan suara sebesar 60,11 persen.

Kemenangan mayoritas Prabowo-Sandi di Sultra ini jauh meninggalkan rivalnya, Joko Widodo-Maruf Amin yang hanya meraup presentasi suara sebesar 39,89 persen.

Presentasi quick count atau hitung cepat hasil pemilihan presiden (Pilpres) yang dilakukan THI ini tercatat masuk hingga pukul 22.10 Wita. Adapun jumlah suara masuk baru mencapai 84,08 persen.

Direktur Eksekutif THI, Naslim Sarlito Alimin mengatakan, jumlah presentasi suara Pilpres tersebut diambil menggunakan sampel 117.750 dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 1.723.539 pemilih di 471 tempat pemungutan suara (TPS) di sejumlah kabupaten kota di Sultra.

Baca Juga:  Kunjungi Pasar di Kendari, Sandiaga Uno Janji Stabilkan Harga Bahan Pokok

Masing-masing, Kabupaten Bombana, Buton, Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng), Buton Utara (Butur), Kolaka, Kolaka Timur (Koltim), Kolaka Utara (Kolut), Konawe, Konawe Kepulauan (Konkep), Konawe Selatan (Konsel), Konawe Utara (Konut), Kolaka Timur (Koltim), Muna, Muna Barat (Mubar), Wakatobi, Kota Baubau dan Kendari.

“Semua TPS ada sebanyak 7.815 yang diambil hanya 471 TPS yang tersebar secara proporsional dan dipilih secara acak di seluruh kabupaten kota di Sultra,” ungkap Sarlito saat konfrensi pers quick count pemilu serentak 2019, Kamis 18 April 2019.

Baca Juga:  Kehadiran Tiga Putri Pak Harto Sempurnakan Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

Menurutnya, dari metode multistage random sampling yang digunakan, sampling errornya kurang lebih 1 persen.

Seperti diketahui, THI sebelumnya telah menjadwalkan bakal menggelar rilis hasil hitung cepatnya kemarin. Namun, belakangan urung dilaksanakan. Terkait hal ini, Sarlito mengaku, pihaknya baru merilis karena ada kendala saat mengambil data. Sebab, banyak TPS yang melarang mengambil data.

“Salah satunya di Wakatobi. Dan juga banyak yang baru menghitung suara di beberapa TPS,” jelas Sarlito.(a)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED