oleh

Usut ‘Kades Cabul’, Laskar IAIN Kendari Minta Kinerja Polisi Tak Diintervensi

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, MUNA – Puluhan massa yang tergabung dalam Laskar Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari gelar aksi damai, menuntut proses hukum atas dugaan tindak pelecehan seksual yang dilakukan oknum Kepala Desa (Kades) Labunti terhadap salah satu mahasiswi KKN IAIN Kendari agar diproses sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku.

Aksi yang dimulai dari Tugu Jati Kota Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) itu, dilanjutkan dengan doa bersama jajaran Polres Muna di depan Polres Muna.

Setelah doa bersama, Laskar Mahasiswa IAIN melanjutkan aksinya di depan Kantor Bupati Muna.

Jenderal Lapangan, Jusbar Lippu dalam orasinya menyebut gerakan itu merupakan pergerakan murni tanpa ada unsur politik.

Menurutnya, gerakan ini lahir dari tindakan oknum kades Labunti yang dinilainya telah menghina almamater IAIN Kendari.

Baca Juga:  Pemda Muna Dinilai Tidak Punya Dasar Hukum untuk Turunkan Baleho Rajiun

Ia juga meminta kepada pihak Polres Muna agar kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum kades Labunti diproses sebenar-benarnya, sesuai undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami berharap kepada Polres Muna agar tidak diintervensi oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Karena tindakan oknum Kades ini telah mencoreng almamater kami,” tegas Jusbar, Senin 3 Agustus 2018.

Selain itu, Mahasiswa fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam semester VI itu mendesak kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Muna melalui bupati LM Rusman Emba agar meminta maaf kepada Rektor IAIN Kendari.

“Kami menunjung nilai-nilai agama islam. Namun kami diperlakukan seperti ini, ada apa sebenarnya. Harapan kami Pemkab Muna juga mengawal kasus ini,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Muna LM Rusman Emba berjanji akan menuntaskan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum kades Labunti hingga tuntas.

Baca Juga:  Rombak Pejabat Eselon, Begini Pesan 'Menohok' Bupati Muna

Ketua FKPPI Sultra ini mengaku, kasus tersebut sangat memalukan dan memilukan bagi masyarakat Muna secara keseluruhan.

“Ini bukan karakter orang Muna. Yang lakukan itu adalah oknum dan ini sangat memalukan. Kami sangat tegas soal ini. Segala tugas kades itu sudah kami putuskan dan akan kami serahkan kepada Sekdesnya sebagai pelaksana,” kata Rusman dihadapan Laskar Mahasiswa IAIN Kendari di ruang rapat Wakil Bupati Muna.

“Melalui kesempatan ini pula, saya atas nama pribadi, Pemda dan masyarakat Muna meminta maaf. Dan akan kami sampaikan di publik dan melalui media,” tutupnya.(b)

Penulis: Sudirman Behima
Editor: La Basisa

Komentar

NEWS FEED