oleh

Aksi Demontrasi di Rektorat UHO Pertanyakan Sanksi Prof B

-Pena Hukum-156 views

PENASULTRA.COM, KENDARI – Puluhan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung rektorat UHO, pada Senin, 22 Agustus 2022.

Aksi tersebut dalam rangka mempertanyakan sanksi kode etik atas dugaan kasus Prof B yang telah melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswinya berinisial RN (20). Pasalnya sampai hari ini sanksi tersebut tak kunjung dijatuhkan terhadap Prof B.

Sedangkan berdasarkan keputusan dari hasil pemeriksaan bulan lalu, Ketua Dewan Kehormatan Kode Etik dan Disiplin (DKEED), Prof La Iru menyatakan bahwa Prof B telah bersalah melanggar kode etik.

Dan proses sanksi itu akan diberikan kepada pelaku paling lama satu bulan. Namun sangat disayangkan hingga saat ini sanksi itu juga tak kunjung ada untuk diberikan kepada Prof B.

Mentri Advokasi dan Pergerakan Badan Eksekutif Mahasiswa UHO, Ahmad Zulkarnain dalam orasinya menjelaskan, menurut dia DKKED tidak menunjukkan sikap profesionalitasnya dalam bekerja.

Sebab, lanjut dia, penyelesaian kasus tersebut terkesan lambat. Sehingga menduga adanya kongkalikong antara pihak kampus dengan Prof B.

“Kami menduga dewan kehormatan kode etik Universitas Halu Oleo (UHO) telah melakukan kongkalikong, telah melakukan persengkokolan jahat antara dewan kehormatan kode etik Universitas Halu Oleo bersama Profesor yang berinisial B,” ujarnya.

Terlebih korban dari Prof B tersebut bukan saja hanya satu, olehnya perlu diberikan sanksi secepat mungkin.

“Bila hal itu tidak ditangani dengan cepat takutnya akan ada korban-korban selanjutnya dari oknum-oknum dosen lainnya. Olehnya, gerakan ini merupakan salah satu bentuk bagian dari untuk menyelamatkan kampus UHO dari oknum-oknum bejat yang merusak nama universitas,” paparnya.

Sementara itu, Rektor UHO, Muhammad Zamrun Firihu menerima massa aksi sebanyak tiga orang kedalam ruangan dan menyampaikan lewat Menteri Advokasi dan Pergerakan Badan Eksekutif Mahasiswa UHO, Ahmad Zulkarnain bahwa untuk saat ini pihak kampus sedang menyusun kontruksi sanksi yang akan diberikan kepada Prof B dengan sedetail mungkin agar tidak adanya cela untuk dilakukannya pelaporan balik.

“Pak rektor sudah menyampaikan bahwa ini akan dilakukan putusan dari pada sanksinya ini secepatnya dan tidak akan mungkin lewat dari tahun ini. Karena dari pihak universitas sedang menyusun kontruksi agar tidak ada cela oknum prof ini melakukan lapor balik atau memberikan sanggahan mengenai terkait keputusan yang sudah ditetapkan oleh universitas,” ucapnya.

Editor: Husain

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkait