oleh

Amankan Situasi, Polda Sultra Pukul Mundur Pengunjuk Rasa di Kantor Gubernur

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) membubarkan paksa aksi unjuk rasa ribuan massa aksi yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Halu Oleo (UHO).

Upaya pembubaran paksa dilakukan aparat Kepolisian lantaran aksi unjuk rasa (Unras) sudah melewati batas waktu yang telah ditentukan, yakni pukul 18.00 Wita.

Selain itu dikarenakan aksi anarkis massa aksi yang semakin menjadi-jadi. Mulai dari menahan dan menghancurkan kendaraan, hingga merusak beberapa fasilitas umum di jalan.

“Sehingga untuk menjaga ketertiban umum, aparat keamanan membubarkan Unras tersebut,” kata Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhart saat dikonfirmasi, Senin 11 Maret 2019 malam.

Baca Juga:  Tiga PNS di Konawe Ditetapkan Tersangka Korupsi

Sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 9 tahun 2008, kata dia, pembubaran paksa terhadap massa Unras dilakukan dengan menembakkan gas air mata. Kemudian membersihkan sisa-sisa barang yang dibakar mahasiswa.

Upaya pembubaran paksa yang dilakukan berhasil memukul mundur mahasiswa dari Mako Polda Sultra depan Kantor Gubernur Sultra sampai Bundaran Tank, Anduonohu. Selanjutnya, aparat menuju pertigaan Kampus UHO untuk melakukan pengamanan terhadap aksi pengrusakan dan pemboikotan jalan oleh massa aksi.

Beberapa jam sebelumnya, KBM UHO melakukan aksi Unras di Polda Sultra menuntut agar Kapolda Sultra menindak tegas oknum Kepolisian dan Sat Pol PP yang telah menganiaya massa aksi saat berdemonstrasi di Kantor Gubernur Sultra pada 6 Maret lalu.

Baca Juga:  BPTD Wilayah XVIII Gelar Rakor Peningkatkan Keselamatan Jalan

Usai Kapolda menemui mahasiswa dan menjawab seluruh tuntutan mahasiswa, mahasisaa kembali menyerbu kantor Gubernur Sultra untuk meminta pertanggungjawaban Ali Mazi selaku gubernur terkait penganiayaan warga Konawe Kepulauan (Konkep) yang menuntut pencabutan izin usaha pertambangan (IUP).

Namun, belum sempat berorasi, sebagian massa aksi menyerang polisi yang melakukan barikade pengamanan di kantor Gubernur dan Polda Sultra.

“Itulah anarkisme mereka. Selanjutnya, kita akan melakukan kegiatan patroli,” pungkas AKBP Harry.(b)

Penulis: Sal
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED