oleh

Angka Kelahiran di Sultra Tinggi Dibanding Nasional

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Angka kelahiran di Sulawesi Tenggara (Sultra) ternyata masih tinggi jika dibandingkan dengan angka lahir secara nasional. Rata-rata tingkat kelahiran per perempuan atau total fertility rate (TFR) ini diperparah pula dengan tingginya angka usia kawin muda dan pemakaian kontrasepsi yang masih rendah.

Hal ini terungkap dalam sambutan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas di acara rapat koordinasi daerah (Rakorda) program KKBPK 2019 disalah satu hotel di Kota Kendari, Kamis 21 Maret 2019.

“Laju pertumbuhan penduduk masih tinggi, migrasi masuk yang pesat dan lain-lain. TFR 2017 sudah mulai menurun, di 2018 ada penurunan 0,2. Namun, masih tinggi dari nasional,” kata Lukman.

Baca Juga:  Yati Lukman Tutup Usia, DPRD Sultra Berkabung

Menurutnya, Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merupakan urusan wajib pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat.

Fakta membuktikan, kesuksesan program kependudukan berbanding lurus dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebaliknya kegagalan dalam mengelola kependudukan akan berdampak buruk pada pembangunan kesejahteraan keluarga.

“Namun pelaksanaan dan implemetasi di lapangan masih terkendala seperti kurangnya partisipasi dan koordinasi. BKKBN atau OPD-KB masih berjalan sendiri, keterlibatan dinas dan badan perlu ditingkatkan karena Kampung KB menjadi milik bersama. Dukungan mitra kerja/stakeholders dan lintas sektor harus dapat diintegrasikan di Kampung KB. Kami siap mensupport,” tutur Lukman.

Baca Juga:  Ini Harapan Umar Arsal Kepada Ali Mazi-Lukman Abunawas

Tingginya angka kelahiran di Sultra tak ditampik Kepala Perwakilan BKKBN Sultra, Mustakim M. Kata dia, pada 2017 Sultra berhasil menurunkan TFR dari 3,0 menjadi 2,8. Akan tetapi, angka tersebut masih di atas nasional yang hanya 2,0.

Sementara capaian sasaran peserta KB baru pada 2018 berdasarkan kontrak kinerja pemerintah (KKP), ujar Mustakim, mencapai angka 56,516 pasangan. Perolehan peserta baru (PB) tercatat 57,426 atau 105,15 persen dari KKP.

“Secara umum capaian program kependudukan KB di tahun lalu sudah cukup baik dan berjalan lancar dengan dukungan pemerintah. Hal itu dibuktikan dengan penurunan TFR setiap tahunnya,” tutupnya.(b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED