oleh

Arnaldo: Jika Ada Pangkalan Elpiji Menaikan Harga Segera Laporkan

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Jelang puasa ramadhan, kelangkaan gas Elpiji 3 kg di kota Kendari akhir-akhir ini sangat dirasakan dampaknya kepada seluruh masyarakat kota Kendari. Bahkan dengan kenaikan harga yang cukup signifikan membuat resah sebagian masyarakat.

Sebab, harusnya harga eceran tertinggi (HET) yang didapat dari pangkalan langsung SPBU Pertamina sesuai peraturan gubernur sebesar Rp17.900. Namun fakta di lapangan harga eceran yang dijual dibeberapa tempat pengecer harga gas Elpiji 3 kg naik sampai Rp30 hingga Rp40 ribu per tabung.

Terkait kelangkaan gas Elpiji 3 kg tersebut, Sales Eksecutive Pertamina Cabang Kendari Arnaldo Andika Putra mengatakan, apabila ada pangkalan yang menjual diatas harga yang sudah ditentukan oleh pemerintah, ada sanksi berupa skorsing sampai Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).

Ia menjelaskan, apabila ada pangkalan yang sengaja menjual diatas harga atau disinyalir bermain, mohon diberi info atau dilaporkan. Karena yang di papan pangkalan sudah ada kontak center yang bisa di hubungi dan itu akan ditindaki.

“Kami sudah memberikan himbauan kepada pangkalan yang menjual gas Elpiji, agar memberikan kepada konsumen secara langsung. Dan itu memang kita sudah harapkan bahwa mereka benar-benar menyalurkan kepada konsumen,” ucap Aldo ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin 7 Mei 2018.

Ia menyebut, kelangkaan biasa terjadi akibat kendala teknis dari kapal sehingga tidak sampai pada waktunya. Mengingat suplay Elpiji dari Makassar (Sulsel) membawa ke pengisian stasiun Kota Kendari.

“Namun kami tetap proses cepat mengambil tindakan dan mengantisipasi dengan mengalih fungsikan beberapa jatah pengiriman ke Kolaka,” tandasnya.(b)

Penulis: Edi Sartono
Editor: La Basisa

Komentar

NEWS FEED