oleh

BKAD Konut Dorong Pemulihan Ekonomi dan Pembangunan Infrastruktur

-Pena Daerah-225 views

PENASULTRA.COM, KONUT – Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong pemulihan ekonomi daerah yang terdampak pandemi Covid-19 serta pembangunan infrastruktur dan perbaikan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.

Kepala BKAD Konut, Marthen Minggu, mengatakan mengatakan pembangunan ibu kota Kabupaten Konut dapat memberi stimulus ekonomi, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagaimana diarahkan Bupati Konut, H Ruksamin, dalam program kerja 2022 ini ada beberapa hal pokok yang harus ditingkatkan.

“Pertama, yang menjadi indikator prioritas yakni pengelolaan keuangan daerah dilakukan secara optimal akan membantu pemulihan ekonomi daerah. Melalui Belanja Daerah itu kita bisa membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas material, meningkatkan pendapatan, yang otomatis menurunkan angka pengangguran serta kemiskinan,” ungkap, kepada Rakyat Post di ruang kerjanya, Senin, 24 Januari 2022.

Pemkab Konut telah menyiapkan dana Rp300 Miliar untuk memoles wajah ibu kota di tahun 2022. Sumber anggaran miliaran tersebut berasal dari Pinjaman Bank Jabar Banten (BJB). Bukan tanpa alasan, duel kepemimpinan Ruksamin – Abu Haera pada konsep pembangunan konasara jilid II ini untuk semata memberikan perubahan dari kesan ‘titik nol ibu kota Konut’.

“Kita akan memperbaiki gap, kesenjangan, deviasi, antara target dengan realisasi, baik sisi Pendapatan maupun Belanja Daerah. Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah harus lebih optimal, sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Perbaikan tata kelola keuangan daerah merupakan hal utama yang akan ditingkatkan,” papar, Marthen.

Lebih jauh, mantan Kepala Badan Inspektorat Konut itu memaparkan, pengelolaan keuangan daerah harus bisa mendorong kolaborasi program antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebagaimana sering disampaikan Bupati Konut, pendekatan program itu pendekatan kawasan, terintegrasi.

“Di satu kawasan kan ada fungsi sosial-ekonomi, tata ruang, dan sebagainya. Permasalahan di satu kawasan harus diintervensi oleh semua OPD yang berhubungan. Karena itu, alokasi Belanja Daerah harus bisa mendorong keterpaduan program antar OPD,” paparnya.

Hal penting yang menjadi perhatian BKAD saat ini adalah rencana anggaran kas atau rencana arus kas, baik dari sisi Pendapatan maupun Belanja Daerah, bisa direalisasikan tepat waktu. Untuk itu harus dilakukan percepatan pengadaan barang dan jasa oleh semua OPD agar penyerapan anggaran bisa tepat waktu sesuai dengan rencana arus kas yang sudah ditetapkan.

“Pemkab konut setiap tahun harus menyiapkan Rp70 Miliar untuk mengangsur pinjaman Rp300 Miliar dari BJB, selama masa periode kepemimpinan Ruksamin – Abu Haera, tentu peruntukannya sudah jelas dalam RPJMD Konut, membenah ibu kota sesuai dengan master plant yang telah disiapkan dan direalisasikan secara bertahap,” jelas Marthen Minggu.

Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Pendapatan dan Belanja Daerah dilakukan secara ketat sejak awal. Persiapan pelaksanaan APBD 2022 itu sudah dikoordinasikan secara ketat pada Desember kemarin.

Penulis: Tim Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terkait