oleh

BPD Maabolu Sesalkan Minimnya Koordinasi Camat Lohia dengan Pemerintah Desa

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, RAHA – Aksi penolakan sejumlah elemen masyarakat Desa Maabholu terhadap pejabat Plt Kades yang diduga dari luar desa, Kamis 21 Februari 2019, dipicu oleh minimnya koordinasi Plt Camat Lohia Kabupaten Muna, Hajar Sosi terhadap Badan Perwakilan Desa (BPD) Maabholu.

Pasalnya, Camat Lohia tidak menginformasikan kepada BPD Maabholu sebagai perpanjangan tangan masyarakat desa bahwa Plt Kades yang ditunjuk adalah putra Maabholu.

“Aksi ini tidak akan muncul, jika Camat Lohia memberikan informasi terkait nama pejabat Pelaksana Kades. Karena informasi ini bukanlah hal yang harus ditutup tutupi,” ujar La Ode Abdul Sukur, Ketua BPD Maabholu, 22 Februari 2019.

Abdul Syukur menyesalkan, Camat Lohia memberikan informasi pergantian pejabat Plt dalam waktu yang mepet yakni Kamis sore 21 Februari 2019. Itupun hanya disampaikan pada aparat desa. Tidak disampaikan pada pihak BPD Maabholu. Terkait sertijab Plt Kades yang dijadwalkan, 22 Februari 2019.

Baca Juga:  Parkir 'Liar' Nasabah Bank Jadi Sorotan Warga Kota Raha

Disatu sisi BPD Maabholu masih menunggu konfirmasi surat yang dilayangkan BPD Maabholu ke Pemerintah Kecamatan Lohia tanggal 15 Januari 2019 terkait usulan pergantian pejabat Plt Kades.

“Jadi minimal surat usulan kami seharusnya direspon dulu. Jadi ini terkesan mendadak. Seharusnya diinformasikan sehari sebelumnya agar ada waktu koordinasi dan sosialisasi dengan masyarakat desa,” ucapnya.

Namun demikian, Abdul Syukur tetap mendukung figur Plt yang diusung pemerintah kecamatan Lohia. Pasalnya figur pejabat Plt Kades Maabholu diketahui merupakan putra lokal Maabholu yang sudah mengetahui tatanan adat dan budaya masyarakat Desa Maabholu.

Abdul Syukur menghimbau agar dimasa mendatang Pemerintah Kecamatan Lohia tetap meningkatkan koordinasi dengan pemerintah desa maupun BPD. Agar lembaga BPD tidak terkesan sebagai lembaga formalitas yang tidak diakui eksistensinya sebagai perwakilan masyarakat desa.

Baca Juga:  Baliho Lemkari Muna Dicopot, Zakaria: Apa Karena Ada Foto Rajiun?

“Mari sama sama kita jaga komitmen dan tetap profesional dalam menjalankan tugas, pemerintahan,” tutup Abdul Syukur seraya menghimbau seluruh elemen masyarakat Desa Maabholu untuk tetap menjaga kekompakan, solidaritas mendukung dan menyukseskan pembangunan dalam desa.

Sebelumnya, Camat Lohia Hajar Sosi menemui BPD dan lembaga masyarakat desa yang melakukan protes, Kamis malam, 21 Februari 2019 di Balai Desa Maabholu. Bahwa Camat Lohia akan bertanggungjawab mengawal kinerja pejabat Plt Kades Maabholu yang baru, Jainuddin untuk bekerja profesional mengisi kekosongan jabatan dan meningkatkan pelayanan masyarakat di Desa Maabholu.(b)

Penulis: Sudirman
Editor: Kas

NEWS FEED