oleh

Bupati Konawe Resmi Dipolisikan Terkait Dugaan Ujaran Kebencian

Benner Kepala

PENASULTRA.COM, KENDARI – Kelompak aktivis Lembaga Pusat Kajian Kebijakan Publik (LPKKP) Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya membuktikan pernyataannya. Hari ini, tepatnya Selasa 12 Februari 2019, Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa resmi dilaporkan di Polda Sultra.

Orang nomor satu di Kabupaten Konawe itu dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana ujaran kebencian dengan menyebut “Lawan China”, seperti dalam video berdurasi dua menit yang tersebar di beberapa media beberapa waktu lalu.

“Perkataan pak Kery itu kami duga sudah menyinggung SARA, karena menghasut dan penuh kebencian terhadap orang China,” ujar Ketua LPKKP Sultra, La Ode Tando Wuna kepada media ini usai melapor di Polda Sultra.

Ia menilai, perkataan Bupati Konawe yang menyebut “Lawan China” telah melanggar Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Baca Juga:  Soal Dugaan Ujaran Kebencian, Polda Sultra Agendakan Pemanggilan Bupati Konawe

Selain itu, perkataan yang dilontarkan Kery diduga melanggar Surat Edaran Kapolri Nomor SE/6/X/2015 tentang penanganan ujaran kebencian, UU Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.
 
Untuk kepentingan kebenaran dan keadilan serta penegakan hukum, mantan Presiden Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) ini meminta agar Polda Sultra segera melakukan penyidikan terhadap Kery.

“Kami meminta kepada pihak Polda Sultra agar serius menangani kasus ini. Dan kami akan terus mengawal persoalan ini,” tegas Tando.

Sebelumnya, aksi Kery Saiful Konggoasa mengacungkan pistol viral di media sosial. Kerry melakukan hal tersebut saat memeriksa barisan personel Satpol PP pada upacara bersama ratusan ASN Kabupaten Konawe, Senin 4 Februari 2019 lalu.

Baca Juga:  SMSI-Polda Sultra Siap Kolaborasi Tangkal Informasi Hoax

Kalimat yang dinilai sebagai bentuk ujaran kebencian itu dimaksudkan untuk mengusir pekerja asing ilegal asal China yang bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), Konawe.

Pada video tersebut, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu membenturkan tubuhnya ke tameng para personel Satpol PP sambil mengisyaratkan Satpol PP harus mampu mengusir TKA ilegal asal China.

“Indonesia, Indonesia, lawan China,” kata Kery dalam video itu.(a)

Penulis: La Ode Muh. Faisal
Editor: Ridho Achmed

Benner Kepala

NEWS FEED