oleh

Dewan Sultra Angkat Bicara Soal Penahanan Jenazah Bayi di RSUD Muna

PENASULTRA.COM, KENDARI – Anggota DPRD Sultra Yaudu Salam Ajo angkat bicara soal penahanan jenazah bayi milik pasangan Muhammad Olo (20) dan Asrina (18) yang dilakukan oleh pihak RSUD Muna.

Penahanan bayi dilakukan oleh pihak RS, karena kedua orang tua bayi tidak memiliki uang untuk menebus biaya pengobatannya.

“Kasian jenazah bayi harus ditahan seperti itu. Dimana kepedulian kita sesama manusia,” tegas Yaudu saat dikonfirmasi melalui WhatsAppnya, Kamis 7 Juni 2018.

Baca Juga:  Pansus DPRD Sultra Mulai Bekerja, Tambang Bermasalah Diinventarisir

Kata dia, jika orang tua bayi tidak memiliki uang untuk menebus biaya pengobatan, seharusnya dikoordinasikan atau dilaporkan di Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Muna.

Bahkan ia meminta pihak RSUD Muna agar menerapkan sistem peduli sesama manusia.

“Sekarang ini kan ada namanya program pelayanan kesehatan tidak mampu dan program masyarakat miskin,” terang politisi PKS ini.

Baca Juga:  Soal Penahanan Jenazah Bayi, Direktur RSUD Muna Enggan Dikonfirmasi?

Menurutnya memang harus akui, ada mekanisme yang dipatuhi antara pasien dengan pihak RS. Tetapi tidak seperti itu mekanismenya. Apalagi harus menahan jenazah bayi.

“Saya menghimbau kepada pihak RSUD Muna agar dijadikan pembelajaran yang berarti untuk ke depannya,” cetusnya.(a)

Penulis: La Ode Arfa
Editor: La Basisa

Komentar

NEWS FEED