oleh

Diduga Tak Dapat Pelayanan Prima, Bayi 40 Hari Meninggal Dunia di RSUD Konkep

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KONAWE KEPULAUAN – Jumadil (32), ayah Key Hasim kecewa berat atas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep). Kekecewaan Jumadil kepada pihak RSUD Konkep bukan tanpa alasan.

Minggu, 7 April 2019 lalu sekitar pukul 11.00 Wita, Jumadil bersama istrinya Aryani (32) membawa anaknya di RSUD Konkep untuk diberikan pengobatan anaknya yang baru berumur 40 hari sakit demam tinggi dan kejang-kejang hingga Key Hasim tak lagi menyusui selama dua hari. Namun sayang harapan Jumadil dan Aryani akan mendapatkan pelayanan prima di RSUD Konkep tak kesampaian.

Kata Jumadil, anaknya sakit demam dan kejang-kejang sampai tidak mau lagi menyusui. Makanya ia larikan ke RS Konkep. Hanya saja, lanjutnya, sampai di RS, dokter hanya periksa pakai alatnya yang ditelinga lalu memberikan surat rujukan ke Kendari. Namun ia tidak berani bawa anaknya karena tidak ada satupun alat medis seperti infus yang dipasang ditubuh anaknya.

“Alasannya perawat karena tidak dapat urat nadinya tapi itu hanya satu kali dicoba sampai dibiarkan anak ku terbaring begitu saja sampai beberapa jam. Nanti magrib baru di infus karena keluarga saya cari bidan yang dikenalnya baru saja infusnya terpasang,” ungkap Jumadil dengan mata berkaca-kaca belum lama ini.

Naas, Allah SWT berkehendak lain. Keesokan harinya anak tak berdosa itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS Konkep sekitar pukul 03.00 Wita pada Senin 8 April 2019.

“Kalau memang perawat itu tidak bisa pasangkan infus harusnya dipanggil dokter jangan dibiarkan begitu saja. Kalau meninggalnya anak ku itu sudah ajal kami keluarga terima. Tapi yang kami keluhkan dan kecewakan pelayanan yang lambat di RS,” keluh Jumadil.

Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Konkep, dr Rudi Utomo saat di konfirmasi sejumlah awak media tak membantah adanya pasien bayi yang meninggal.

Hanya saja, dr Rudi belum mengetahui pasti kronologis pasti meninggalnya pasien balita di RS yang dinahkodainya itu. Pihaknya akan segera memanggil dokter perawat dan bidan yang menangani pasien balita Key Hasim.

“Saya sebenarnya belum tau pasti bagaimna kronologisnya. Tapi saya yakin dokter dan perawat tidak akan membiarkan nyawa orang melayang pasti akan ada tindakan dan itu berdasarkan SOP,” jelas Rudi Utomo. Seraya mengatakan sambil dalam waktu dekat pihaknya akan rapat internal perihal kejadian ini.(b)

Penulis: Nanang Sofyan
Editor: Bas

NEWS FEED