oleh

Dinilai Lemah Mengawasi Praktek Money Politik, Ini Kata Bawaslu Wakatobi

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, WAKATOBI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wakatobi dinilai gagal mengawasi pelanggaran Pemilu, khususnya praktek money politik di wilayah tugasnya.

Pasalnya, selama proses Pemilu serentak tahun, isu money politik tengah menjadi konsumsi publik Wakatobi, namun tak satupun yang diproses di Bawaslu.

Kritikan pedas itu datang dari sejumlah kalangan, salah satunya calon anggota DPRD Wakatobi yang diusung Partai Amanat Nasional (PAN), Sariadin yang menilai Bawaslu lemah dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pemilu.

“Bawaslu belum siap mentalnya untuk menindaki praktek money politik yang marak terjadi di Wakatobi jelang pemilu 17 April 2019,” ujar Sariadin, Senin 22 April 2019.

Baca Juga:  Tujuh Aleg Wakatobi yang Belum di PAW Terancam Pidana

Sebagai lembaga pengawas pemilu, kata Sariadin, Bawaslu harus berani menegakan kebenaran dan keadilan dalam Pemilu sesuai dengan yang diamanahkan Undang-undang.

“Sangat disayangkan. Praktek money politik terjadi dimana-mana, tapi tidak satu pun ditemukan,” ucapnya kesal.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Ketua Bawaslu Wakatobi, La Ode Muhammad Arifin membenarkan, pihaknya tidak pernah penemukan money politik selama Pemilu berlangsung. Namun, ia membantah jika pihaknya dinilai lemah dalam menjalankan fungsinya.

“Di masa tenang kami lakukan patroli pengawasan money politik hampir tiap hari, siang maupun malam. Bahkan, untuk mencegah politik uang, Bawaslu membentuk struktur pengawasan hingga ke tingkat desa untuk mengawasi Pemilu. Namun tidak ada temuan sesuai informasi yang berkembang di masyarakat,” jelas Arifin.

Baca Juga:  Bawaslu Wakatobi Terima Keberatan Caleg PKB Soal Penggelembungan Suara

Menurutnya, tidak adanya temua praktek politik uang di masyarakat bukan merupakan kegagalan Bawaslu dalam menjalankan fungsinya. Justru, itu merupakan gambaran baik terhadap kinerja Bawaslu dalam melakukan pengawasan.

“Sejauh ini Bawaslu tengah memproses laporan dugaan money politik yang dilakukan caleg PAN dan Timses Caleg Golkar yang terjadi di Desa Matahora, Wangiwangi Selatan,” ungkap Arifin.(b)

Penulis: Deni La Ode Bono
Editor: Sal

NEWS FEED