oleh

IKMI Mastim Tolak Rencana Pembangunan TPA di Desa Batubanawa

PENASULTRA.COM, BUTON TENGAH – Puluhan massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Mawasangka Timur (IKMI Mastim) Baubau mendatangi kantor Bupati Buton Tengah (Buteng).

Kedatangan mereka di kantor Bupati Buteng, menolak rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Buteng di Desa Batubanawa, Kecamatan Mastim.

“Rencana pembangunan TPA di Desa Batubanawa bukanlah pilihan yang tepat. Karena kondisi wilayah Mastim merupakan dataran rendah dan posisinya yang terletak di tengah-tengah antara Teluk Liana Banggai dan Teluk Lasongko rentan pencemaran,” tegas Koordinator aksi, Derwin dalam orasinya, Kamis 27 Desember 2018.

Derwin menjelaskan, lokasi untuk pembangunan TPA di Batubanawa menyalahi aturan dan tidak sesuai peruntukannya. Pasalnya, kata dia, dalam draf peraturan daerah (Perda) Buteng tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2017-2023, TPA berlokasi di Desa Metere Kecamatan Lakudo.

Baca Juga:  Hot Mix Poros Lolibu-Mawasangka Bakal Telan Anggaran Rp9,9 Miliar

“Kenapa langsung dipindakan begitu saja di Batubanawa. Padahal berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 03-3241-1994 dimana kriteria untuk TPA harus jauh dari pemukiman, ditempatkan pada lahan tidak produktif. Sementara disana itu lahan produktif yang sampai hari ini dipakai untuk berkebun dan sudah ada pembangunan perumahan masyarakat Lolibu,” bebernya.

Menyikapi tuntutan para demonstran, Bupati Buteng Samahuddin menyebut pembangunan TPA tidak perlu dihawatirkan karena ramah lingkungan.

“Saya tidak akan mungkin membawa barang yang merugikan masyarakat Buteng. Saya ini pelaku pembangunan TPA. Jadi nda usah demo-demo itu bukan solusi kita bisa bicarkan baik-baik,” ujar Samahuddin.

Baca Juga:  Nama Sebuah Masjid di Lasori Diambil dari Nama Putra Bupati Buteng

Tidak puas dengan informasi dari Bupati Buteng, massa aksi kemudian melanjutkan aksinya di DPRD Buteng. Di kantor DPRD Buteng, massa disambut Ketua DPRD Buteng Adam bersama beberapa anggota dewan lainnya.

“Kami sudah mendengar aspirasi ade-ade Mastim. Dari beberapa pertimbangan tadi kami akan segera memanggil bupati dan dinas terkait untuk bahas bersama. Nanti juga kita akan sampaikan sama ade-ade. Paling lama tanggal 7-8 Januari 2019 mendatang,” terang Adam.(b)

Penulis: Amrin Lamena
Editor: La Basisa

NEWS FEED