oleh

Jaga Masa Depan Nelayan, Rare Gandeng DKP Sultra

PENASULTRA.COM, KENDARI – Sulawesi Tenggara memiliki kaya akan potensi ikan yang melimpah, demi menjaga masa depan perikanan tersebut, Rare menggandeng komunitas nelayan serta instasi terkait guna menjaga bersama laut dan segala potensi ikan sebagai kekayaan maritim di bumi Anoa.

Dinas Perikanan dan kelautan Provinsi Sultra, mencatat ada sekitar 11 hektare lebih dari total luasan kawasan provinsi Sultra adalah perairan. Dan pada umumnya digunakan masyarakat untuk aktivitas penangkapan ikan.

“Jadi dari data yang kami himpun sejak 2016, jumlah produksi penangkapan ikan cukup besar yakni 185 ton lebih. Namun ada penurunan jumlah produksi ikan hingga 10 persen dari total awal sekitar 30 persen dalam sumbangsi pendapatan daerah,” ungkap Kabid Kelautan DKP Sultra, Alfian saat ditemui di Claro Hotel Kendari, Rabu 28 Agustus 2019.

Baca Juga:  Nelayan Kendari Harus Lebih Produktif dalam Pengelolaan Ikan

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor penurunan kualitas produksi penangkapan ikan di Sultra saat ini, baik dari faktor alam maupun aktivitas manusia.

“Permasalahan itu akibat dari perubahan iklim sehingga mempengaruhi pola habitat ikan di laut. Selain itu ada aktivitas manusia didaratan yang membuat sedimentasi di laut. Contohnya adanya pertambangan khususnya di wilayah pesisir,” ujarnya.

Baca Juga:  Produksi Bom Ikan, Nelayan Asal Wakatobi Terancam Hukuman Mati

Menurutnya, permasalahan ini dibutuhkan kordinasi semua pihak baik nelayan, LSM, dalam pengawasan menjaga kelestarian laut lebih ringan.

Sementara itu, Direktur Program Rare, Hari Kusdarhanto menjelaskan ada sebuah upaya penyelamatan laut melalui gagasan program pengelolaan akses arae perikanan atau biasa disebut PPAP.

“Program PPAP ini berguna untuk mengintegrasikan sumber daya, lingkungan, sarana prasarana dan masyarakat. Sehingga dengan program ini akan bermanfaat menjaga seluruh ekosistem diwilayah pesisir,” tandas Hari.(b)

Penulis: Burhanuddin
Editor: Bas

NEWS FEED