oleh

Jangan Sebar Berita Kalau Belum Tahu Kebenarannya!

PENASULTRA.COM, KENDARI – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulawesi Tenggara (Sultra) menghimbau masyarakat agar tidak membagikan atau menyebar berita (share) tanpa mengetahui apakah informasi atau berita tersebut telah benar atau sebuah fakta.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Sultra, Andi Muhammad Toasa saat menjadi salah satu pemateri dalam acara talk show dan diklat jurnalistik muda dengan tema ‘Tangkal Hoaks, Menciptakan Informasi Berkualitas, Cerdas dan Mencerahkan’ yang diselenggarakan oleh Penasultra.com bersama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sultra di Zahra Syariah Hotel Kendari, Sabtu 29 Desember 2018.

“Mending jangan dishare kalau belum tahu kebenarannya. Karena saat ini berita hoaks telah tumbuh berkembang seiring sengan media sosial,” kata Andi Muhammad Toasa.

Baca Juga:  Cegah Peredaran Narkoba Kesbangpol Bombana Gandeng BNNP Sultra

Menurutnya, hoaks adalah berita atau informasi bohong sehingga menjurus pada kasus pencemaran nama baik.

Ada beberapa tipe informasi hoaks, kata Toasa. Pertama, berita bohong yang dilakukan secara sengaja.

“Ini untuk menipu orang,” tuturnya.

Kemudian, kedua, judul yang heboh tetapi berbeda dengan isi beritanya.

“Apalagi ada kebiasaan buruk masyarakat kita yang hanya baca judul isinya tidak. Karena katanya kalau judulnya tidak menarik biasanya tidak diklik. Dan yang ketiga, berita benar dalam konsep menyesatkan. Artinya berita ini sudah lama tapi baru ditulis seolah-olah kejadian sekarang,” terang Toasa.

Baca Juga:  Benar atau Hoaks Facebook Ditutup Besok? Ini Penjelasan Menkominfo

Yang terakhir, lanjut Toasa, menyakiti dan memberikan informasi yang salah bagi penentu kebijakan dalam hal ini gubernur, wali kota dan bupati.

“Untuk mencegahnya, mari kita rutin mengupdate berita atau aktif menonton TV agar banyak pengetahuan,” jelasnya.

Di kesempatan ini juga Toasa menyampaikan, pihaknya tengah mewaspadai informasi hoaks dengan meningkatkan sosialisasi pencegahan kepada tokoh-tokoh dan masyarakat lainnya.

“Ke depan, kita akan adakan sosialisasi terutama kepada pemilih pemula dalam fungsi kewaspadaan dini di daerah menjelang Pilres nanti,” tutupnya.(b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED