oleh

Jembatan Penghubung Kota Raha-Desa Lagasa Putus

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, MUNA – Jembatan dua jalur yang menghubungkan Kota Raha-Desa Lagasa, Kecamatan Duruka putus.

Akses warga yang hendak ke Kota Raha atau sebaliknya terpaksa harus memilih jalur alternatif. Cukup jauh.

Machdin, salah seorang warga setempat mengaku, ambruknya jembatan ini terjadi tadi malam sekira pukul 23.30 Wita.

Sebelumnya menurut dia, peristiwa serupa pernah terjadi. Namun saat itu jembatan yang berada dijalur kanan dari arah Kota Raha yang ambruk.

“Jembatan sebelah kiri yang dibangun sekitar 2016 lalu itu sebelumnya masih dalam keadaan baik, tapi sekarang sudah ikut ambruk,” ungkap Machdin pada awak PENASULTRA.COM, Kamis 22 Maret 2018 malam.

Baca Juga:  Sempat Ditolak, Voly Ball BSB Cup Watopute Akhirnya Dibuka

Ia mengisahkan, saat ambruknya jembatan jalur kanan pertama kali, dirinya bersama warga setempat pernah menyuarakan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Muna. Bahkan anggota DPRD Muna kala itu telah meninjau langsung kerusakan jembatan penghubung yang terletak 300 meter dari Polres Muna itu.

“Saat itu Dinas PU menyahuti. Jembatan yang dijalur kanan itupun digali sekitar Oktober tahun lalu. Kemudian pihak PU berjanji akan melanjutkan pengerjaan jembatan itu di Februari 2018 kemarin. Tapi sampe Maret belum juga dikerjakan,” beber Machdin.

Baca Juga:  Ketua BEM UHO Tolak Investasi di Muna
Keadaan jembatan penghubung Kota Raha-Desa Lagasa yang ambruk. FOTO: Sudirman Behima

Ia menduga, akibat keterlambatan pengerjaan jembatan bagian kanan, jembatan bagian kiri yang dibangun 2016 lalu pun ikut ambruk karena tergerus air laut.

“Ini akibat habis penggalian yang dilakukan Dinas PU lalu dibiarkan. Kalau ditindaklanjuti dari awal, hal ini tidak bakalan terjadi. Padahal kita sudah menyampaikan bahwa jembatan itu sudah tergantung stengah,” imbuhnya.

Machdin berharap, pihak yang bertugas melakukan pengawasan segera mengambil tindakan dan mempertanyakan pada pemerintah, apa sebabnya dilakukan proses pembiaran seperti saat ini.

“Ini sudah merugikan anggaran negara,” pungkasnya.(a)

Penulis: Sudirman Behima
Editor: Mochammad Irwan

Komentar

NEWS FEED