oleh

Kajari Kendari Akui Masih Ada Oknum Jaksa yang Merusak Citra Institusinya

-Pena Kendari-449 views

PENASULTRA.COM, KENDARI – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari, Shirley Sumuan mengakui bahwa di instansi binaanya masih ada oknum-oknum yang tidak  bertanggungjawab telah melakukan perbuatan melawan hukum. 

Hal ini disampaikan Kajari saat membawakan sambutan dalam acara pencanangan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pada tahun 2021 di aula Kejari Kendari pada Kamis, 25 Februari 2021.

“Harus diakui saat ini masih terdapat hambatan dalam mewujudkan keinginan masyarakat akan perubahan kejaksaan yang lebih baik. Masih ada oknum-oknum kejaksaan yang melakukan tindakan tak terpuji di intansi kami,” tuturnya.

Shirley Sumuan berkata, akibat perbuatan yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut, hati masyarakat yang bakal berurusan di Kejari Kendari telah terlukai. Akhirnya, citra intitusi  tercoreng akibat perbuatan tak senonoh dari beberapa oknum.

“Saya harap kedepannya semua bisa bekerja dengan menjunjung kode etik pelaksanaan tugas demi Kejari Kendari yang lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengimbau kepada seluruh pihak Kejari Kendari tidak  melakukan Suap, Pungli dan Gratifikasi (SPG) saat melayani masyarakat yang hendak berurusan.

Kata dia, salah satu penyebab cacatnya sebuah intansi di mata publik karena adanya oknum yang tidak bertanggungjawab melakukan tugas tanpa mengikuti aturan yang berlaku.

“Di Kejari Kendari tolong hindari suap, pungli, dan gratifikasi. Saya tidak ingin intitusi ini tercoreng namanya karna perbuatan itu,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga berharap agar tidak ada pejabat Kejari Kendari yang terlibat dalam gratifikasi yang diberikan oleh seseorang dengan mengandalkan jabatan atau pangkat yang dipangkuhnya.

“Semua praktek SPG itu adalah bentuk dan praktek yang berpotensi terjadinya korupsi, kolusi dan nepotisme. Saya tidak ingin itu terjadi di intitusi ini,” pungkasnya.

Editor: Husain

Komentar

NEWS FEED