oleh

Lima Mahasiswa Asal Filipina Dilepas Kadikbud Sultra

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Usai mengajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) dalam program SEA-Teacher Batch ke-7, lima mahasiswa asal Filipina resmi dilepas.

Pelepasan kelima mahasiwa ini dilakukan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio di Ruang Senat FKIP UHO, Senin 4 Februari 2019.

Dekan FKIP UHO, Jamiluddin mengatakan, SEA-Teacher Batch adalah program pertukaran mahasiswa jurusan kependidikan untuk melakukan praktik mengajar di negara-negara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations).

“Kali ini sebanyak lima orang mahasiswa UHO mengajar di Filipina begitupun lima mahasiswa asal Filipina juga mengajar di Sultra,” kata Jamiludin, Senin 4 Februari 2019.

Baca Juga:  Cegah Korupsi di Lingkungan Kampus, UHO Jalin Kerja Sama TII

Kelima mahasiswa asal Filipina yang mengajar di Sultra diantaranya John Rey O, Pelila dan Jurrel A. Ordanes dari Sait Lous University. Kemudian Dominique Jean Claire Indon dan Rose Del Rosario Danganan dari Fast Easdern University.

“Terakhir Allysia Mariefranz Rodriguez Ateneo dari Denaga University. Kelima mahasiswa ini sudah selesai melakukan praktik mengajar di negara-negara ASEAN selama satu bulan,” bebernya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio mengatakan, program ini sangat baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dimana mahasiswa akan mendapat pengalaman dari mahasiswa Asia Tenggara yang datang di Indonesia khususnya di Sultra.

Baca Juga:  Tim Putri FIB Jawara Basket di Ajang Dekan FISIP UHO Cup

“Begitupun sebaliknya, mahasiswa kita dikirim ke negara lain. Mereka juga belajar proses pembelajaran disana, kebudayaan mereka. dengan harapan agar ilmu yang mereka dapat bisa di terapkan di kampusnya masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, program SEA-Teacher Batch ke-7 ini salah satu kegiatan untuk membangun kesamaan visi tentang guru yang ada di Asia Tenggara.

“Sedangkan bagi universitas dapat dijadikan pintu dalam melihat sistem global, karena mahasiswanya dari asing,” tutupnya.(b)

Penulis: Bima Lotunani
Editor: Yeni Marinda

NEWS FEED