PENASULTRA.COM, KENDARI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar unjuk rasa di kawasan Gedung Rektorat UHO, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Demonstrasi tersebut menyoroti dugaan kejanggalan dalam pengelolaan anggaran riset internal di lingkungan FISIP UHO untuk Tahun Anggaran 2025. Dalam aksinya, mahasiswa meminta pimpinan universitas untuk mengusut tuntas persoalan tersebut dan menindak tegas Dekan FISIP.
Koordinator aksi, Reza, menjelaskan bahwa program penelitian internal itu memiliki pagu anggaran senilai Rp 50 juta. Namun berdasarkan temuan di lapangan, dana yang sampai kepada para peneliti diduga jauh di bawah nilai tersebut.
“Informasi yang kami peroleh, tim peneliti hanya menerima sekitar Rp 15 juta dari total Rp 50 juta yang dianggarkan. Selisihnya ini yang menjadi pertanyaan besar kami, dialihkan kemana,” kata Reza di lokasi aksi, depan Rektorat UHO.
Reza menilai, Dekan FISIP UHO, Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si., sebagai penanggung jawab utama yang mengatur, melaksanakan hingga mengawasi jalannya program di tingkat fakultas, harus ikut bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran tersebut.
Ia menyebut, aksi ini memiliki dasar hukum yang jelas, mulai dari UUD 1945 Pasal 1 ayat (3) yang menegaskan Indonesia adalah negara hukum, UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi terkait asas transparansi dan akuntabilitas, hingga UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Dalam aksi tersebut, massa membawa tiga poin tuntutan, yakni:
- Meminta Rektor UHO melakukan evaluasi total terhadap pengelolaan anggaran riset internal FISIP UHO TA 2025 yang diduga bermasalah.
- Meminta Rektor menginvestigasi dan mengevaluasi kinerja Dekan FISIP UHO.
- Meminta Rektor menjatuhkan sanksi tegas terhadap Dekan FISIP yang dianggap lalai dan telah mencoreng nama baik institusi.
Setelah aksi berlangsung, massa aksi menyebut telah diterima untuk beraudiensi langsung dengan Rektor UHO, Prof. Dr. Takdir Saili.
“Alhamdulillah usai audiensi dengan Pak Rektor, ada komitmen bahwa aksi kami akan ditindaklanjuti. Kami diberikan waktu satu minggu dan pihak Rektorat berjanji akan menginformasikan perkembangan hasil pemeriksaannya,” ujar Reza.
Pihaknya memastikan akan terus mengawal komitmen tersebut sampai ada kejelasan.
Di sisi lain, konfirmasi kepada Rektor UHO melalui sambungan WhatsApp belum mendapatkan respon. Telepon tersebut dijawab oleh staf yang menyebut Rektor tengah beristirahat.
“Mohon maaf, Pak Rektor sedang istirahat, belum bisa menerima telepon,” kata staf tersebut.
Sementara hingga berita ini diterbitkan, Dekan FISIP UHO Prof. Eka Suaib belum memberikan tanggapan saat coba dikonfirmasi.(red)












