oleh

Maju Periode Kedua, Abu Hasan Tetap Usung Pertanian Organik

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, BUTON UTARA – Abu Hasan menyatakan diri siap untuk kembali bertarung sebagai calon Bupati Buton Utara (Butur) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang baru saja terpilih saat musyawarah cabang (Muscab) serentak beberapa waktu lalu itu ingin kembali memimpin Kabupaten Buton lima tahun lagi.

Meski satu periode kepemimpinan Abu Hasan dan wakilnya Ramadio telah banyak mengubah Butur. Namun, ia mengakui masih banyak hal yang perlu dioptimalkan. Program unggulan andalan Butur misalnya, pertanian organik tidak selesai dalam satu periode saja.

“Saya merasa bertanggung jawab secara moril dan kelembagaan untuk melanjutkan program unggulan itu dengan harapan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara masif lima tahun berikutnya,” kata Abu Hasan, Selasa 23 Julu 2019.

Baca Juga:  Sapa Warga di Binongko, AR Banjir Dukungan

Jika dirinya masih dipercaya untuk kembali memimpin Butur, kata Abu Hasan, ia akan melanjutkan visinya untuk mewujudkan masyarakat yang aman, damai, sejahtera dan relegius serta berbudaya.

Salah satu targetnya yakni mewujudkan Butur sebagai swasembada pangan yang tidak sekedar pangan biasa namun akan menjadi kebutuhan masyarakat lokal, nasional bahkan kebutuhan pangan dunia.

“Masyarakat dunia internasional saat ini dalam hal pangan sangat selektif. Pasalnya, mereka hanya mau menkonsumsi pangan yang sehat, bergizi, enak dan tidak beracun dan artinya terjawab dengan pangan yang organik milik Butur,” bebernya.

Diakuinya, program Butur sebagai swasembada ini baru dimulai dan belum banyak dialokasikan APBD. Total kisaran anggaran APBD hingga Rp2 Miliar pada dua tahun terakhir ini dan hingga saat ini provinsi dan pusat baru membantu dalam bentuk alat-alat pertanian.

Baca Juga:  Abu Hasan Bakal Borong Pintu Partai di Butur?

“Padahal untuk mendukung percepatan capaian target tersebut harus didukung dengan alokasi APBD dan APBN,”ujarnya.

Menurutnya, untuk masalah Infrastruktur pendukung berupa jalan, jembatan serta program lainnya hanya berbicara waktu saja.

“Karena itu sudah diatur dan kementerian keuangan, infrastruktur itu harus dialokaskan sebanyak 25 persen dari APBD. walau demikian butur memiliki jalan yang cukup panjang tapi kami optimis bisa segera selesai Apalagi dengan Komitmen Gubernur saat ini,” tutupnya.(b)

Penulis: Sopi
Editor: Yeni

NEWS FEED