oleh

Mengintip Serunya Lomba Masak Para Kepala Daerah di Sultra, Seperti Ini

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Satu lagi hal unik dalam kegiatan Kemah Eksekutif Gerakan Pramuka 2019 di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Gubernur Sultra, Ali Mazi, para kepala daerah di Sultra dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda) terlibat langsung dalam lomba masak nonberas.

Lomba yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Ruang Terbuka Hijau Bumi Praja Andonohu, Kota Kendari tersebut diikuti lima kelompok.

Gubernur Sultra, Kapolda, Danlanal dan Sekda Provinsi Sultra, masuk kelompok 1. Kemudian, Wakil Gubernur, Kabinda Sultra, Danrem 143 dan Kejati Sultra, bergabung di kelompok 2.

Di kelompok 3 ada Ketua DPRD Sultra, Danlanud dan Ketua Pengadilan Tinggi Sultra. Selanjutnya, di kelompok 4, Kanwil Kemenkumham, Kanwil Pertahanan, BNNP Sultra dan Badan SAR Nasional Kendari.

Baca Juga:  Seluruh Kepala Daerah di Sultra Jadi Pelaksana Upacara Pembukaan Kemah Eksekutif

Sementara para bupati/wali kota, wakil bupati, wakil wali kota, ketua kwarcab kabupaten/kota, dan 1 staf masing-masing kabupaten/kota tergabung di kelompok 5.

Para peserta masing-masing tampil dengan gaya ala juru masak profesional. Sontak, lomba inipun menyita perhatian hadirin. Terlebih, Bupati Konawe Utara (Konut) Ruksamin tampil kocak. Sesekali ia terlihat menggangu konsentrasi tim lain.

Pada akhirnya, yang keluar sebagai juara 1 adalah Bupati Bombana, Tafdil dengan nilai 395 dengan nama masakannya Sinole Selingkuh berbahan dasar sagu. Disusul Basarnas Kendari dengan nilai 320 dan juara 3 Wali Kota Baubau dengan nilai 300.

Baca Juga:  Perancang Mode Sultra Bersama Istri Ali Mazi Bakal Tampil di IFW

Salah seorang tim penilai hasil masakan, Agista Ariyani Ali Mazi mengatakan, lomba ini sebagai ajang silaturahmi dan lebih melatih kekompakan tiap tim.

“Silahturahmi yang nomor satu, bukan juaranya. Masakan penuh kreasi yang kami nilai,” kata Agista, Jumat 6 September 2019.

Menurut dia, ajang ini juga untuk melestarikan masakan daerah karena bahan yang digunakan adalah nonberas.

“Yang dimasak makanan khas nonberas yang terbuat dari pengganti nasi. Ada yang dari ubi dan jagung. Untuk bahan pelengkapnya dibawa dari setiap daerah masing-masing,” terang istri Gubernur Sultra yang juga ketua TP PKK Sultra itu.(b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED