oleh

MSY: Cakada yang Melakukan Profokasi Tidak Layak Dipilih

-Pena Politik-465 views

PENASULTRA.COM, BUTUR – Pemerhati Demokrasi, Mukmin Syarifuddin (MSY) mensinyalir adanya salah satu paslon kepala daerah Kabupten Buton Utara (Butur) yang menyudutkan paslon lain dengan cara profokasi.

Bahkan paslon tersebut diduga keliling menyampaikan kepada para Kepala Desa (Kades), Plt Kades, dan camat, bahwa jika pasangan Ridwan Zakariah -Ahali (RIDA) menang, maka akan dibongkar dan diproses hukum semua pelanggaran para kades, Plt Kades, dan camat. Lebih paranya lagi sampai mantan kades yang sudah selesai masa jabatanya se Kabupaten Butur didatangi dan diprovokasi.

Mukmin sangat meyanyangkan hal itu, jika benar dilakukan salah satu paslon cakada. Menurutnya, upaya menyudutkan salah satu paslon denga cara seperti itu sangat tidak etis dan bukan karakter sosok pemimpin yang baik.

“Tindakan cakada seperti itu sama saja mempertontontan, bahkan mempermalukan dirinya sendiri. Memperjelas ketidaklayakannya sebagai pemimpin. Yang minim gagasan, miskin ide, program, visi-misi, bahkan menelanjangi dirinya sendiri atas ketidakpantasan meniadi pemimpin daerah”, kata MSY kepada awak media ini, Minggu, 1 November 2020.

Indikasi penyanderaan para kepala desa, camat, dan Plt Kades serta aparat desa menjadi senjata ampuh dalam mengarahkan dan dipaksa secara halus dan licik untuk membiayai pergerakan politik paslon cakada yang datang melakukan provokasi.

“Ini memperlihatkan secara jelas dan nyata ketidak pantasannya, dari segi kapasitas, kapabilitas, apalagi integritas untuk dipilih menjadi pemimpin daerah, ditanggal 9 Desember 2020 yang tinggal menghitung hari”, timpalnya.

Namun, secara pribadi, MSY percaya dan yakin, masyarakat secara menyeluruh yang lagi menjalani proses tahapan pilkada serentak 9 Desember 2020, terutama masyarakat Buton Utara, tidak akan mudah tertipu, dan terprovokasi atas ulah paslon cakada yang rusak mental.

Mukmin percaya, para aparatur pemerintah dalam hal ini Kades, Plt Kades, Camat, dan ASN memiliki jiwa kemanusian yang hidup serta tidak akan tega, apalagi mau menjadi alat pemuas nafsu kekuasaan yang berlebihan oleh salah satu paslon cakada yang memainkan isu, taktik dan strategi yang tidak berkualitas, melanggar etika politik.

Olehnya itu, Lanjut MSY masyarakat Butur sudah waktunya mengangkat harkat dan martabat daerah “Lipu Tinadea Kono Sarah” dari perilaku pemimpin yang menyimpang dan jauh dari nilai tatanan luhur Buton Utara yang dibangun atas pondasi dasar hakikat kemanusiaan yang menyatu dengan esensi alam “sarah”.

Ia juga mengajak pemerhati demokrasi dari Jakarta untuk turun di Butur melakukan riset Perkembangan Pesta Demokrasi, pada masa Pandemi dan sekaligus mengawal dan turut serta mengamati segala gerak-gerik seluruh cakada.

“Dengan hadirnya teman-teman, lembaga pemerhati demokrasi nantinya di Butur, akan menjadi ruang saat ada temuan pelanggaran sehingga yang akan membuat aduan nantinya akan lebih objektif demi menuju pesta demokrasi yang bersih” ujar MSY.

Selain itu, ia juga menyinggung soal penegakkan hukum. Menurutnya, aturan apapun dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan suatu keharusan, bahkan kewajiban semua pihak, terlebih pemimpin dalam mengawal seluruh program pemerintah demi terpenuhinya hak-hak warga negara. Jadi, paslon yang baik dan berkualitas, harus hadir menertibkan dan menstabilkan semua proses tatanan kehidupan.

Sebab, kepentingan masyarakat, sebagai pemilik hak kedaulatan tertinggi harus lebih diutamakan. Tangisan dan penderitaan rakyat harus lebih utama daripada menutupi kepentingan pribadi atau golongan.

“Itu yang harus ada dalam jiwa setiap cakada pemimpin daerah. Bukan justru mengadu domba diantara elemen masyarakat di daerah, itu ciri sosok manusia bermental rusak. Harus dihindari, kalau daerah mau maju dan masyarakat sejahtera”, tutupnya.

Penulis: La Ode Yus Asman
Editor: Ceng

NEWS FEED