oleh

Pelaku Penembakan Belum Terungkap, Polri Justru Janjikan Keluarga Randi Jadi PNS?

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Sudah 34 hari bergulir, kasus pemembakan terhadap Randi, salah seorang mahasiswa tewas saat unjuk rasa di Kantor DPRD Sultra 26 September lalu belum juga terungkap.

Kendati enam orang polisi telah ditetapkan melanggar aturan disipilin Polri karena membawa senjata api saat pengamanan unjuk rasa, keluarga almarhum Randi, Fitriani Sali mengaku tak puas.

“Itu kan hanya (sidang disiplin) karena melanggar SOP, tetapi pelaku pembunuhan belum bisa diungkap. Sudah 34 hari kok belum ada pelakunya,” kata Fitriani saat ditemui awak media ini, Kamis 31 Oktober 2019.

Kakak kandung almarhum Randi ini menyesalkan, bukannya segera mengungkap pelaku penembakan terhadap adiknya, polisi justru diiming-imingi jadi Pegawai Negri Sipil.

Baca Juga:  Refleksi Bhayangkara, Dulu Pelayan Elite Sekarang Pelayan Masyarakat

“Kemarin sempat ada polisi katanya dari mabes Polri, namanya AKBP Waode Sarinah menelfon, menjanjikan saya diangkat sebagai PNS. Saya tegaskan, saya tidak mau diangkat jadi PNS dengan menukar nyawa adik saya,” bebernya.

“Tes CPNS sekarang sudah sulit, sudah online, jadi saya rasa itu tidak masuk akal,” sambung Fitri.

Selain via telefon, Fitri juga mengaku beberapa orang polisi sering mendatangi keluarganya di rumah yang ada di Kecamatan Lakarinta, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Mereka pun merasa tertekan akan hal itu.

Baca Juga:  Mulai Wakapolda, Wadirbinmas dan Beberapa Kapolres di Sultra Berganti

“Polisi sering datang di rumah, setiap mereka datang, orang tua merasa tertekan. Bapak masih tidak terima anaknya tewas ditembak oleh polisi, jadi dia sebenarnya tidak mau bertemu polisi,” tambah Fitri.

Untuk itu, ia mewakili pihak keluarga berharap kepada Kapolri yang baru nantinya dapat segera mengungkap kasus ini.

“Pihak keluarga meminta secepatnya diungkap dan pelakunya dihukum berat. Kepada Kapolri agar mengusut kasus ini setuntas-tuntasnya agar keluarga dapat keadilan, karena hukuman disiplin bagi eman orang itu tidak adil, pihak keluarga menginginkan keenamnya itu dipecat,” pungkasnya.

Penulis: Faisal/Yeni Marinda

NEWS FEED