oleh

Pipa Bocor, Suplai Air Bersih di Kota Raha Terhenti Dua Hari

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, MUNA – Akibat pipa transmisi ukuran 10 inchi penyuplai air bersih dari pompa intake (ruang produksi) milik PDAM Muna yang terletak di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangga Kuning, Kota Raha mengalami kebocoran, sejak Rabu 4 hingga Kamis 5 Juli 2018 suplai air bersih di Kota Raha mengalami kendala. Akibatnya masyarakat Kota Raha mengalami kesusahan air bersih.

Hal itu dibenarkan Manager Teknis Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Muna, LM Yusuf Tongka.

Kata dia, jaringan pipa yang sudah tua dan tekanan tinggi air mengakibatkan pecahnya pipa tersebut.

“Ini pecah dari kemarin. Dan dipastikan hari ini sudah bisa kembali normal,” katanya saat ditemui awak Penasultra.com di lokasi bocornya pipa, Kamis 5 Juli 2018.

Baca Juga:  2018, PDAM Wakatobi Rugi Rp2 Miliar Lebih

Yusuf menjelaskan, dimensi pipa yang dimiliki PDAM dengan jumlah pelanggan sudah tidak ideal. Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, jaringan dimensi pipa tersebut mestinya diidealkan kembali atau diganti.

“Contohnya seperti pipa dua inchi, sambungan pelanggan sudah 200 hingga 400 an, itu sudah tidak ideal. Harusnya itu sudah mengarah keempat inchi,” tuturnya.

Mantan Kabag Teknis PDAM Wakatobi ini mengatakan, untuk memaksimalkan pelayanan, PDAM Muna harus mengganti pipa dua inchi menjadi empat inchi.

Namun untuk mengganti jaringan itu, sambungnya, PDAM Muna butuh dana yang cukup besar. Sehingga dibutuhkan pemerintah pemerintah daerah (Pemda).

Baca Juga:  Cadir PDAM Tirta Anoa Kendari Tunggu Dilantik

“PDAM Muna saat ini hanya mampu mengantisipasi sambungan rumah ke rumah saja. Kalau ada kerusakan pipa satu dua batang PDAM masih mampu membeli,” ujar Yusuf.

Yusuf menyebut, untuk estimasi anggaran pergantian jaringan untuk dalam Kota Raha, perubahan dari pipa transmisi hingga distribusi dibutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar.

“Ini alasan pelayanan kami kurang maksimal. Karena usia jaringan yang sudah tua dan banyaknya kebocoran pipa. Dan hingga saat ini kami belum deteksi semua titik kebocoran itu,” ulasnya.

“Banyaknya pencurian (pemasangan pipa air ilegal) juga menjadi kendala,” pungkasnya mengakhiri.(b)

Penulis: Sudirman Behima
Editor: La Basisa

Komentar

NEWS FEED