oleh

PT GKP Bantah Serobot Lahan Warga di Wawonii

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KONAWE KEPULAUAN – Direktur Operasional PT Gema Kreasi Perdana (GKP), Bambang Murtiyoso membantah tudingan perusahaannya telah melakukan penyerobotan lahan milik warga Desa Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Mengenai klaim lahan seorang ibu yang belakangan diketahui bernama Marwah, dengan tegas Bambang mengatakan bahwa tudingan tersebut sangat tidak berdasar. Sebab menurutnya, lahan tersebut merupakan milik keluarganya yaitu Yasri. Bukan lahan milik pribadi Marwah.

Sementara, lanjut dia, pihaknya telah melakukan ganti rugi kepada Yasri yang kala itu diketahui Safitra dan Muhammad Sukri yang masing-masing sebagai aparat pemerintah Desa Sukarela Jaya dan Camat setempat.

“Tudingan penyerobotan lahan kepada kami itu tidak benar. Kami sudah lakukan ganti rugi lahan kepada Yasri lengkap semua berkasnya pak. Ini sudah sesuai prosedur. Kami tidak mungkin melakukan hal jika kami tidak melakukan ganti rugi,” tegas Bambang kepada awak Penasultra.com, Jumat 12 Juli 2019.

Baca Juga:  Soal Rekomendasi Tersus PT GKP, DPRD akan Panggil Bupati Konkep

Terkait luasan lahan yang disebut mencapai ratusan hektar juga ditepis oleh Bambang. Kata dia, luasan lahan yang diklaim Marwah Cs hanya seluas 4200 persegi. Itupun bukan lahan tempat mereka berkebun atau bertani.

“Lahan yang digantikan adalah tanaman tumbuh. Semakin banyak tanamannya maka semakin banyak yang digantikan. Lahan ini kosong hanya batu batuan dan pohon besar. Bukan lahan tempat menggantungkan hidup sehari-hari,” beber Bambang.

Guna membuktikan omongannya, Bambang dikesempatan ini sedikit mengutip pernyataan Gubernur Sultra, Ali Mazi yang juga membantah tudingan bahwa PT GKP melakukan penyerobotan lahan warga di Wawonii. Kata Bambang, Gubernur tidak mungkin berani mengatakan omong kosong jika PT GKP benar melakukan penyerobotan.

Baca Juga:  Tak Jadi "Potong Leher", Lukman Buktikan Janji Cabut IUP di Wawonii

“Jangan carikan kami kesalahan. Kami ini adalah perusahaan resmi yang betul-betul resmi. Namun untuk menjaga keributan alat itu (alat dilokasi) langsung kami pulangkan ke mes untuk sementara,” tekan Bambang.

Untuk diketahui, sejumlah alat berat milik PT GKP pada Selasa 9 Juli 2019 terlihat tengah melakukan pembersihan lahan di kawasan konsesinya. Saat pembersihan lahan itu terjadi kekisruhan.

Pasalnya, Marwah tiba-tiba muncul dilokasi dengan berani menghalau sejumlah alat berat. Dalih Marwah, lahan yang tengah dibersihkan oleh PT GKP adalah miliknya. Aksi nekat Marwah yang divideokan ini sempat viral di media sosial.(b)

Penulis: Yan
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED