oleh

Putuskan tidak PSU, Kantor KPUD Buteng Dikepung Massa

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, BUTON TENGAH – Puluhan Massa dari Aliansi Masyarakat Pemerhati Demokrasi (Almadin) Buton Tengah (Buteng) menggelar aksi Demonstrasi di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Buteng, Jumat 26 April 2019.

Aksi Demonstrasi tersebut sebagai reaksi dari putusan KPUD Buteng atas rekomendasi pemungutan suara ulang (PSU) oleh Bawaslu di dua tempat pemungutan suara (TPS) 03 Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka dan TPS 01 Kelurahan Lakorua, Kecamatan Mawasangka Tengah (Masteng). Dimana diputuskan oleh KPUD Buteng untuk tidak melaksanakan PSU.

Koordinator aksi Ucok Sadikin dalam orasinya memintas Bawaslu Buteng memberikan kejelasan atas rekomendasi yang di keluarkan dan tidak mencoba untuk bermain-main.

Baca Juga:  Klaim Suara Terbanyak, Rusiawati Pastikan Diri Kembali Duduk di DPRD Kendari

“Saya kira pada saat kejadian di TPS 03 Watolo ada Ketua Bawaslu. Dan mengetahui persis persoalannya. Itu sudah menjadi cukup untuk mempertegas rekomendasi itu,” ucap Ucok.

Dihadapan massa aksi, Ketua Bawaslu Buteng Helius Udaya mengungkapkan bahwa TPS 3 Watolo Kecamatan Mawasangka tidak ada alasan untuk tidak PSU dan mengeluarkan rekomendasi PSU kedua.

“Untuk TPS 3 Kelurahan Watolo, Kecamatan Mawasangka wajib dilakukan PSU karena telah terjadi pelanggaran Pemilu,” ucap Helius.

Dihadapan massa aksi, Ketua KPU Buteng La Ode Nuriadin meminta massa aksi untuk menunggu putusan rapat yang akan digelar.

“Terkait putusan dari rekomendasi Bawaslu kami suda putuskan tidak PSU karena berdasarkan kajian kami, rekomenasi PSU dari Panwascam tidak memenuhi syarat formil dan materilnya,” ujar anggota KPUD Buteng lainnya Muhammad Arwahid.

Baca Juga:  Bertarung Pilcaleg, Hasruddin Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Mandonga-Puwatu

Menyikapi hal itu, salah satu peserta aksi langsung memotong penjelasan dari Arwahid.

Karena tak kunjung ada hasil dari Komisioner KPUD Buteng, massa aksi kemudian membubarkan diri dan mengancam akan menghambat tahapan pelaksanaan Pemilu 2019.

“Iya kami akan membubarkan diri dari sini. Tapi jangan salahkan kami jika memboikot tahapan yang kini sedang berlangsung oleh jajaran KPU khsususnya di Kecamatan Mawasangka,” tegas Rahim salah satu peserta aksi.(b)

Penulis: Amrin Lamena
Editor: Bas

NEWS FEED