oleh

QNET Distribusikan Bantuan untuk Korban Gempa Bumi di Ambon

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – QNET atau perusahaan direct selling (penjualan langsung) ternyata turut membantu masyarakat Ambon yang menjadi korban gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu.

QNET memberikan bantuan darurat berupa peralatan tidur, bahan pokok, dan dan obat-obatan.

Corporate Communication Manager QNET Indonesia, Anggita Pradipta mengatakan, bantuan tersebut merupakan perwujudan filosofi yang diusung QNET, Raise Yourself To Help Mankind (RYTHM) yang peduli serta berkomitmen membantu meningkatkan kualitas kehidupan sesama masyarakat sehingga lebih sejahtera.

“Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan korban bencana yang dalam kurun waktu minggu ini mereka masih banyak masyarakat yang tinggal di lapangan dan hutan beratapkan tenda,” kata Anggi melalui rilis persnya, Selasa 22 Oktober 2019.

Baca Juga:  Tahun Ini, Pemda Bombana Bakal Bedah 50 Rumah Warga Miskin

Tidak hanya mitra atau anggota QNET yang diberikan bantuan, namun kata dia, masyarakat lain yang ada di titik pemberian bantuan juga mendapatkan manfaat dari bantuan itu.

“Seperti di Kairatu, Liang, Tawiri, Tilehu Tial, Gunung Nona, Waiheru, dan Telaga Kodok,” ujarnya.

Ia mengaku, tantangan dan kendala pemberian bantuan ini adalah akses ke pulau-pulau kecil yang menjadi sasaran pemberian bantuan.

Sementara itu, salah satu Leader QNET yang turut serta membantu pendistribusian Zul Salampessy, menjelaskan pihaknya lebih membutuhkan pasokan bantuan dibanding korban lain yang ada di pulau besar atau negeri.

Baca Juga:  LM. Rajiun Serahkan Bantuan pada Ahli Waris Korban TKI di Malaysia

QNET, tambah Zul, akan terus membantu masyarakat-masyarakat yang terkena bencana karena kondisi darurat membutuhkan pertolongan yang cepat.

“Untuk menolong para korban, QNET akan mengedepankan kecepatan agar para korban mendapatkan kehidupan yang lebih layak pasca bencana,” ulasnya.

Salah seorang mitra QNET di Ambon, Rose mengaku, bantuan dari QNET sangat membantu dalam kondisi darurat.

“Bantuan yang diberikan, terutama peralatan tidur sangat dibutuhkan karena dalam dua minggu ini para korban bencana tidur di hutan tanpa alas tidur yang memadai,” tutupnya. (b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Bas

NEWS FEED