oleh

Reses di Koltim dan Kolaka, Jumardin Temukan Sejumlah Keluhan Masyarakat

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KOLAKA TIMUR – Reses di Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur (Koltim), Wakil Ketua DPRD Sultra H Jumardin berharap kepada pemerintah agar memprioritaskan irigasi sawah di beberapa desa dan kecamatan yang ada di Koltim. Sebab jika irigasi semua bagus petani bisa mencetak sawah sendiri.

Khusus di Desa Ungguloko, Desa Atula, Desa Welala, Desa Ra-Raa, ia berharap agar pemerintah memenuhi kebutuhan irigasi petani dengan pembuatan bendungan.

“Masyarakat Desa Ungguloko, Kecamatan Ladongi berharap agar Dinas PU atau bagian bencana untuk menormalisasi sungai yang ada di Desa Ungguloko. Karena setiap tahun ratusan rumah tenggelam ketika musim hujan datang. Bahkan ratusan hektar tanaman dan ribuan binatang peliharaan yang ada di desa itu ikut menjadi korban,” kata Politisi Partai Demokrat ini, Jumat 18 Mei 2018.

Baca Juga:  JATAM Konut Desak PT Antam Segera Bangun Smelter

“Saya meminta kepedulian pemerintah untuk segera turun ke lokasi pertanian dan mengambil sikap tegas atas apa yang menimpa petani. Serta mencarikan solusi secepatnya,” sambung Jumardin.

Tidak hanya itu, tambah Jumardin, pengusaha penggilingan mengeluhkan sulitnya persyaratan memasukkan beras ke Bulog. Informasi dari para petani kata Jumardin, pemeriksaan ketat sekali dan kadang ada yang ditolak. Tapi biasa juga terjadi hal yang aneh-aneh sekali. Karena beras yang ditolak kemudian dijual kepada orang lain dan memasukkan juga ke Bulog ternyata lolos juga.

Baca Juga:  Kursi Hj Isma Sebagai Sekda Sultra Digoyang, Respon Dewan Seperti Ini

Untuk di Kabupaten Kolaka, sambung Jumardin, keluhan masyarakat harga Elpiji 3 kg melambung tinggi di Kecamatan Samaturu, Kecamatan Wolo dan Kecamatan Iwoimenda. Di tiga kecamatan itu harga Elpiji 3 kg sebesar Rp35.000 sampai dengan Rp40.000. Padahal harga HET yang sebenarnya Rp17.900. Hal ini sangat meresahkan masyarakat, apalagi menjelang masuknya bulan puasa ramadhan.

“Mohon kepada pemerintah agar tidak membiarkan hal seperti ini terjadi. Dinas Perdagangan, Dinas ESDM dan PT Pertamina segera turun di tiga kecamatan tersebut agar dilakukan tindakan tegas,” harapnya.(b)

Penulis: Clara Shintia
Editor: La Basisa

Komentar

NEWS FEED