oleh

Sebelum Dimangsa Ular Piton, Wa Tiba Sempat Masak Lapa-Lapa

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, MUNA – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Wa Tiba (54), korban keganasan ular raksasa jenis piton di Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara pada Jumat 15 Juni 2018.

Adik korban Wa Sie hingga saat ini tak menyangka, kalau kakaknya meninggal dengan cara yang tragis. Dimata keluarga, korban adalah sosok yang sabar dan pekerja keras.

“Kakakku itu sabar. Disuruhkan apapun pasti dikerjakan. Saya juga heran kebun seluas itu dia bersihkan sendiri,” ucapnya, Minggu 17 Juni 2018.

Kata wanita berusia 47 itu, korban merupakan anak kedua dari 12 bersaudara.

Sebelum mengecek kebun, kata dia, korban sementara memasak lapa-lapa (makanan khas warga setempat) di rumah milik orang tua dimana korban selama ini ia tinggal bersama anak semata wayangnya.

Baca Juga:  Ini Pengakuan Pria Penebas Leher Ular Piton yang Memangsa Wa Tiba

Di rumah itu ia tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia dan satu adik laki-laki.

“Sebelum pergi ke kebun ia pamit dengan anaknya dan mengatakan cuma sebentar saja hanya mau lihat kebunnya. Tapi sampai pagi belum pulang. Kami kira dia tidur di pondok yang ada di kebunnya,” ujarnya.

Sosok korban yang tegar dan santun, menjadi panutan saudara-saudaranya. Pasalnya korban tidak pernah mengeluh. Sejak kecil ia sudah bergelut dengan kerasnya kehidupan.

“Dari kecil sampai dia meninggal ia hanya berkebun. Hasil kebunnya dia jual di pasar untuk penuhi kebutuhan keluarga,” tutur Wa Sie.

La Rasia (45), kerabat dekat korban juga merasakan hal sama. Rasia mengungkapkan, dimata masyarakat Wa Tiba sangat dikenal ramah pada masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Pers Muna Gelar Laga Eksebisi dengan Tim Kecamatan Lohia

Menurutnya, di desa di mana korban tinggal selama ini, ular kerap ditemukan oleh warga setempat. Bahkan hampir setiap harinya anak ular jenis piton ditangkap warga.

“Belum lama ini ada anak ular didapat diayunan bayi warga. Kalau ular sudah biasa, tapi baru kali ini memangsa manusia,” bebernya.

Tempat Wa Tiba dimangsa ular piton. Tampak sendal milik korban masih berada di TKP. FOTO: Sudirman Behima

“Warga sering hilang hewan. Tapi kami tidak kaget. Karena kita sudah tau pasti ular yang makan,” tukasnya.

Penelusuran awak Penasultra.com, kebun milik korban berjarak kurang lebih 1 Km dari pemukiman warga. Di lokasi wanita paruhbaya itu dimangsa ular piton, masih terdapat sendal milik korban.(a)

Penulis: Sudirman Behima
Editor: La Basisa

Komentar

NEWS FEED