oleh

Sivitas Akademika UHO Kenang Randi, Dia Lelaki Ramah dan Baik Hati

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Sepenggal peribahasa itulah yang terbesit ketika rekan-rekan sivitas akademika Universitas Halu Oleo (UHO) mengenang pribadi Immawan Randi.

Lelaki berusia 21 tahun yang dikenal baik dan ramah itu pergi untuk selama-lamanya usai menjadi korban saat demonstrasi menolak rencana pengesahan sejumlah undang-undang yang digelar di depan Gedung DPRD Sultra Kamis 26 September 2019.

Bagi Ketua Jurusan Budi Daya Perairan (BDP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UHO, Wellem H Muskita, kepergian Randi menyisahkan duka yang dalam.

“Saya sebagai orang tua mereka di sini (fakultas), sangat terpukul dan berduka atas kejadian ini,” tutur Wellem saat ditemui di ruang kerjanya Jumat, 27 September 2019.

Baca Juga:  Randi, Yusuf dan Kesedihan Kita

Dari kacamata Wellem, Randi dalam kesehariannya merupakan mahasiswa yang sangat baik, sopan dan suka menolong sesama. Ia tidak pernah melakukan hal-hal yang anarkis.

“Bahkan semua cleaning service di fakultas dan dosen-dosen di jurusan ini kenal bahwa anak itu sangat baik. Dan ketika teman-teman dan seniornya sedang penelitian membuat pakan, ia selalu ikut membantu mereka. Makanya saya sangat kaget ketika mendengar kabar kalau dia sudah almarhum,” kenang Wellem.

Selain sebagai pribadi yang baik dan sopan, menurut Wellem, Randi juga merupakan mahasiswa yang ulet dalam bekerja guna menyokong biaya selama perkuliahannya.

Hal itu dilakoni Randi karena orang tuanya yang menetap tinggal di Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna hanya bekerja sebagai nelayan.

Baca Juga:  Isak Tangis Dosen dan Mahasiswa UHO Warnai Tabur Bunga Almarhum Randi

Sementara itu, di mata rekan sejawatnya, Randi diketahui memang aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Ia adalah salah satu pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Budi Daya Perairan. Dia juga tercatat sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhamadiayah (IMM) Cabang Kendari.

Usai kepergiannya, rekan seangkatan Randi saat ini tengah menggalang donasi yang selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.

“Dia orangnya tidak pernah kasar sama orang lain. Dan memang saat kejadian kemarin itu saya juga ada di lokasi aksi, tapi bukan disekitar lokasi penembakan,” ujar Kasrun Ijal, Ketua HMJ Budidaya Perairan mengenang almarhum.(b)

Penulis: La Ode Husaini
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED