oleh

Soal Penyaluran KPM Terlambat, Ini Penjelasan PPKH Kendari

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Puluhan masyarakat Kelurahan Alolama, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari khususnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kemensos datangi Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari.

Kedatangan mereka di Dinsos Kota Kendari untuk mempertanyakan keterlambatan penyaluran uang KPM.

“Kami ke Dinsos untuk mempertanyakan proses pencairan KPM. Sebab ada beberapa warga KPM yg belum mendapatkan haknya. Anehnya info dari pendamping bahwa masalahnya lahir dari pihak bank,” ujar Abdul Rahim ditemui di Dinsos Kota Kendari, Senin 2 April 2018.

Ia menilai, pelayanan Bank BRI sebagai bank penyalur tidak koperatif. Sebab, disaat KPM ke bank untuk meminta rekening koran, BRI tidak melayani.

Baca Juga:  HUT ke-14, Tagana Kendari Bersihkan Kali Kampung Salo

“Bank BRI hanya mengambil buku rekening dan menjanjikan sore untuk memberikan ternyata sorenya tidak ada,” ujarnya kesal.

Menyikapi hal ini, Ketua Pelaksana Program Keluarga Harapan (PPKH) Kota Kendari Saldy mengatakan, keterlambatan penyaluran bantuan KPM disejumlah kelurahan hanyalah masalah teknis dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

“Intinya mereka masih terdaftar di Kota Kendari. Selama masih terdaftar dalam program itu tetap akan dapat. Hanya persoalaan waktu saja,” katanya di ruang kerjanya, Senin 2 April 2018.

Jika anggarannya berasal dari APBD, kata dia, akan lebih gampang dicairkan. Namun karena menggunakan APBN sehingga semua kembali ke pusat.

Baca Juga:  Kordinator PKH Kendari Bantah Ada Potongan Dana KPM di Abeli Dalam

“Saya sudah sampakan masalah Kota Kendari ke Kemensos RI. Mudah-mudahan pihak Kemensos yang menangani itu cepat menangani masalah itu,” harap Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Kendari ini.

Hal ini juga dibenarkan Koordinator Regional (Koreg) Wilayah Sulawesi Masyar. Menurutnya, keterlambatan penyaluran KPM hanya masalah teknis.

Berdasarkan perintah bayar, Kemensos sudah menyampaiikan ke Kemenkeu RI. Kemudian Kemenkeu sudah menyampaikan ke rekening penerima bantuan.

“Kemungkinan masalahnya komputerisasi data yang masih kurang. Karena masih ada data yang dibutuhkan belum terpenuhi. Saya kira hanya persoalan teknis saja,” tukasnya.(b)

Penulis: La Basisa
Editor: Mochammad Irwan

Komentar

NEWS FEED