oleh

Teguh Minta Jangan Ada Masalah Standar Kualitas Bendungan Ladongi

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KOLAKA TIMUR – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Teguh Setyabudi minta kontraktor pembangunan Bendungan Ladongi memperhatikan standar kualitas.

Warning Teguh tersebut dikemukakannya menyusul adanya rencana aksi penyelesaian mega proyek nasional itu dikebut tuntas akhir tahun depan dari target awal tahun 2020.

“Target 2020 tapi diusahakan 2019 sebagaimana arahan menteri. Tentu saja ini hal positif. Tapi jangan ada masalah, katakanlah standar kualitas. Percepatan jangan mengganggu kualitasnya. Ini harus diperhatikan dan diantisipasi. Karena berkaitan dengan keselamatan pekerja ataupun warga sekitar,” kata Teguh saat meninjau lokasi pembangunan Bendungan Ladongi di Kelurahan Atula, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Kamis 22 Maret 2018.

Baca Juga:  Pj Gubernur Minta Momentum HUT Sultra Dimanfaatkan dengan Baik

Menurutnya, proyek ini merupakan salah satu program strategis nasional pembangunan infrastruktur pendukung sektor pertanian di Koltim, selain Bendungan Pelosika.

“Kita tahu bahwa di Sultra ada banyak kawasan proyek strategis nasional. Jadi baik itu Pemprov dan Pemda sendiri pasti kita dukung. Karena jangan sampai kawasan tersebut ada kendala,” tekan Teguh.

Olehnya itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri ini mengajak seluruh pihak agar ikut bersama mensupport percepatan pembangunan Bendungan Ladongi.

Baca Juga:  Pemda Dimungkinkan Kerja Sama dengan Pihak Ketiga, Asal Selektif

“Setelah kunjungan ini, semua progres maupun kendala akan saya sampaikan ke pusat,” tutur Teguh.

Suasana saat Teguh melakukan kunjungan di kantor proyek Bendungan Ladongi. FOTO: Yeni Marinda

Harapan yang sama juga diungkapkan Bupati Koltim Tony Herbiansyah saat mendampingi Pj Gubernur Sultra meninjau pembangunan Bendungan Ladongi.

Tony mewanti-wanti pelaksana proyek dapat memperhatikan standar kualitas pekerjaan. Sebab, Bendungan Ladongi ini berada di dua kabupaten yakni Kabupaten Konawe dan Koltim.

“Sebagian besar ada di wilayah Koltim. Dua kecamatan dan 11 desa nantinya yang akan tenggelam,” kata mantan kepala BKD Sultra itu mengisyaratkan kewaspadaan.(b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Mochammad Irwan

Komentar

NEWS FEED