oleh

Tepis Tudingan Merambah Hutan, Kades Kabangka Janji Ungkap Pelakunya

PENASULTRA.COM, MUNA – Gustav Marpaung, Kepala Desa Kabangka Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara menepis tudingan sebagai perambah hutan dikawasan wisata permandian Sangia Desa Kabangka.

“Mana mungkin saya yang berjuang selama ini untuk memelihara dan melestarikan destinasi wisata Sangia hingga dikenal seperti sekarang ini, malah saya yang dituduhkan merambah hutan,” ucap Gustav Marpaung, Selasa 30 Oktober 2018.

Pria berdarah Batak itu juga mengaku, kejadian perambahan kawasan lindung itu diketahuinya dari salah satu warganya yang datang melaporkan hal tersebut kepadanya. Sampai tudingan yang dialamatkan pada Kades Kabangka sebagai pelaku perambah Hutan dinilainya sebagai fitnah.

Kades ini mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Camat Kabangka La Maje dan Kapolsek setempat Ipda Soti.

Baca Juga:  LM Rajiun Tumada 'Menguasai' Isi RPJMD Muna?

“Dan sehari sebelum adanya pemberitaan di media, saya beserta Pak Camat Kabangka dan Kapolsek setempat sudah meninjau langsung lokasi. Dan di lokasi kita temukan tanda-tanda adanya perambahan huta,” cetusnya.

“Kita juga sudah konsultasikan hal itu kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Muna terkait masalah ini,” ungkapnya.

Senada, Camat Kabangka La Maje mengungkapkan, pihaknya dan Gustav Marpaung selaku Kades bersama Kapolsek, sudah melakukan peninjauan lokasi perambahan tersebut pada Jumat 26 Oktober 2018.

“Kami juga sudah ke Dinas Kehutanan Muna untuk berkoordinasi tentang hal itu, namun pihak Kehutanan mengatakan itu bukan domain mereka, sebab itu adalah kawasan lindung konserfasi dan itu domain BLH,” ungkap La Maje pada PENASULTRA.COM, saat dikonfirmasi via telpon selulernya, Selasa 30 Oktober 2018 malam.

Baca Juga:  13 Tahun Rusak, Jalan Desa Wandiri Bakal Diperbaiki

“Jadi tidak benar kalau Pak Desa Kabangka yang lakukan perambahan, justru dia (Kades Kabangka) yang banyak berjasa untuk pengembangan destinasi wisata Sangia,” bebernya.

La Maje sebagai Camat juga menepis tudingan pembiaran perambahan hutan tersebut. Ia mengaku akan menempuh jalur hukum untuk menangkap pelakukanya.

“Kita sudah kantongi siapa pelaku sebenarnya. Kita akan tempuh jalur hukum, tujuannya agar ada efek jerah, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.

“Dan sekali lagi saya ulang tegaskan, bukan Pak Desa pelakunya dan tidak benar itu sengaja kita biarkan,” pungkasnya.(b)

Penulis: Sudirman Behima
Editor: Kas

NEWS FEED